Tepa Tonggo, Permainan Rakyat Gorongtalo yang Mirip Sepak Bola

Permainan ini bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani, serta dapat beraktivitas dengan baik dalam segala kegiatan. Selain itu juga dapat meningkatkan kelincahan, kesigapan, dan kelenturan tubuh.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Tepa Tonggo adalah permainan tradisional yang berasal dari Gorontalo. Tepa tonggo adalah permainan menendang dan berjongkok. Permainan tepa tonggo awalnya dimainkan secara individu namun berubah menjadi berkelompok.

Permaian ini berkembang menjadi permainan kelompok dengan menghilangkan tali pegangan dan diganti dengan menendang sambil memegang lutut (kaki penendang) dengan sikap bebas tetapi duduk jongkok dan tangan sebelahnya ditekuk (menyanggah tanah).

Tepa tonggo merupakan salah satu jenis permainan rakyat (tradisional) yang terdiri dari dua kata yaitu tepa dan tonggoTepa artinya sepak atau tending, dan tonggo artinya jongkok. Jadi tepa tonggo adalah permainan menendang dan berjongkok.

Tepa Tonggo sebagai salah satu olahraga tradisional masyarakat, hal ini sesuai dengan penggalian pengamatan pemenuhan persyaratan sebagai salah satu olahraga tradisional yang perlu dimasyarakatkan.

Permainan Tepa Tonggo mulanya permainan yang dimainkan perorangan sebagai hiburan menunggu saat menurunkan luwa (bunggo) dan dimainkan setiap sore. Lalu berkembang jadi permainankelompok dengan menghilangkan tali pegangan dan diganti dengan menendang sambil memegang lutut (kaki penendang) dengan sikap bebas tetapi duduk jongkok dan tangan sebelahnya bertekukan (menyanggah tanah). Karena menendang dan berjongkok inilah maka permainan ini dinamakan tepa tonggo.

Bagi pemain, permainan ini membuat tubuh bugar, meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani sehingga dapat beraktivitas dengan baik dalam segala kegiatan. Olaharaga ini juga merupakan latihan untuk pembinaan kelincahan, kesigapan dan keluwesan tubuh untuk pertahanan diri sehingga keamanan dan kemaslahatan diri dapat terjamin.

Sebagai hiburan masyarakat khusunya generasi muda di waktu senggang untuk mengalihkan pikiran pada kegiatan–kegiatan yang mencemarkan keluarga, masyarakat, seperti pergaualan bebas, narkoba dan lainnya

Peraturan permainan

  1. Lapangan: Panjang Lapangan yakni : 27 Meter, Lebar : 18 Meter Lebar Gawang : 3.20 Meter, Tinggi Gawang : 1,60 Meter
  2. Peralatan pertandingan yang di perlukan antara lain : – Bola daun Bola daun pisang kering dengan diameter 17 cm; – Tiang gawang, pakaian rakyat, sarung, bambu kuning,  pohon maya (polohungo), batolo kelapa (unggulo).
  3. Peralatan Musik: Permainan  olahraga tradisional ini diiringi dengan alat musik rebana, Polopalo, gendang, suling yang berfungsi sebagai pemberi senagat kepada para pemain agar dapat bermain dengan baik dan bersemanagat untuk meraih kemenangan.
  4. Durasi permainan: Permainan di lakasanakan dalam dua babak, masing-masing lamanya 6 menit, waktu istirahat 1 menit.babak kedua adalah babak terakhir dari permainan. Pemenangnya adalah regu yang dapat memasukkan bola terbanyak kegawang lawan.
  5. Jalannya permaianan Jumlah pemain dalam setiap regu 5 orang dengan komposisi sebagai berikut :
  • Bola sebelum ada tiupan, mulai oleh wasiat berada di depan dudelo oloyihi atau olowala sesuai kebiasaan masing – masing regu dan di berikan kepada dudelo hunggo setelah membunyikan sempritan tanda di mulai
  • Ketika menendang bola, tangan memegang lutut kaki penedang dan tangan lainnya bertumpuh di tanah.
  • Kaki bole berganti –ganti untuk menendang dendang tangan memegang lutut kaki yang di gunakan
  • Berlari waktu mengejar bola, satu tangan harus bertumpu di tanah dan satunya memegang lutut, demikian pula dengan mendrible bola dan mengoperekan pada kawan.
  • Kepala / heading dapat di gunakan untuk menahan dan mendirble bola / mempermainkan bola.
  • Bola di gigit sementara di mainkan
  • Bola dapat didrible dengan sisi tidak bole lebih dari tiga langka sudah harus dioeperkan atau di lepas kemudian di mainkan  atau langsung di tendang.
Baca Juga :  Watu Genga, Kampung Kawa, dan Ngabatata

Nah, pada zaman raja –raja di Gorontalo permainan ini sangat dicintai. Tepa tonggo merupakan permainan yang digali dari permainan rakyat gorontalo di masa lalu sekitar abad IX pada pemerintahan kerajaan. Dan sampai sekarang  pemerintah provinsi gorontalo masih meminati dengan olahraga tradisional dan sering

Mau lihat keindahan Indonesia lainnya?
Yuk tekan tombolnya!

Bagikan

[gs-fb-comments]

BACA JUGA

- Advertisement -