Nasi Jaha, Kuliner Khas Manado yang Mirip Lemang

Biasanya makanan ini dibuat dalam perayaan acara-acara besar di Tanah Minahasa, seperti acara ulang tahun Kota Manado.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Jaha’ dalam bahasa Manado berarti jahe. Jadi, nasi jaha adalah nasi yang memiliki cita rasa jahe. Kira-kira itulah arti dari nasi jahe, dan yang membedakannya dengan lemang (Sumatera Barat), lomang (Sumatera Utara), atau nasi bulu(Gorontalo).

Biasanya makanan ini dibuat dalam perayaan acara-acara besar di Tanah Minahasa, seperti acara ulang tahun Kota Manado, hari raya keagamaan, acara adat, hingga acara-acara yang bersifat kekeluargaan.

Bahan utama dari nasi jaha ini adalah beras ketan dan santan yang dimasukkan ke dalam batang bambu yang sudah dilapisi oleh daun pisang, lalu setelah itu barulah dibakar.

Nasi jaha ini menggunakan aneka bumbu dan rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa yang lezat. Biasanya kuliner khas ini sering disajikan untuk acara yang bersifat formal seperti upacara penyambutan tamu terhormat maupun upacara pernikahan.

Bagi yang bukan warga asli Sulawesi pasti akan mengatakan bahwa proses memasak nasi jaha cukup sulit. Pada proses memasak, harus melewati beberapa tahap untuk bisa mencapai tingkat kematangan yang sempurna.

Nasi Jaha
Nasi Jaha

Selain dari proses pemasakannya, dalam menentukan takaran bahan-bahan yang akan digunakan juga harus dipertimbangkan dengan baik. Bila tidak sesuai maka rasanya juga tidak sesuai harapan.

Kalau bumbu dan rempah yang digunakan terlalu sedikit maka rasanya akan hambar tetapi bila terlalu banyak justru akan terasa pahit. Maka dari itu diperlukan perhitungan tepat dan mencoba merasakan bumbunya terlebih dahulu sebelum dimasak.

Dalam proses pembuatan nasi jaha. Siapkan beras putih dan beras ketan lalu keduanya dicampurkan dan dikukus hingga setengah matang. Setelah itu barulah dimasak dengan menggunakan santan. Anda juga bisa menggunakan bumbu jahe bila ingin terasa ada pedasnya.

Caranya hampir sama dengan nasi uduk. Jika sudah matang, siapkan potongan bambunya lalu masukkan nasi tadi ke dalam bambu yang sudah dilapisi dengan daun pisang. Potongan bambu yang sudah diisi nasi tadi bisa langsung dibakar menggunakan kayu bakar.

Baca Juga :  Wedang Uwuh, Minuman Kegemaran Sang Raja yang Artinya "Teh Sampah"
- Advertisement -

Kenapa masih menggunakan metode memasak yang sederhana? Alasannya adalah dengan menggunakan cara tradisional dipercaya mampu memberikan kelezatan dan kematangan yang sempurna bila dibandingkan menggunakan api kompor.

Bila dilihat sekilas, tampilan nasi jaha hampir sama dengan kuliner lemang yang berasal dari Sumatera Barat. Perbedaannya adalah, nasi jaha tidak menggunakan isian apapun. Tetapi ketika sudah matang, biasanya nasi jaha akan dihidangkan bersama dengan aneka lauk pauk seperti abon ikan cakalang, daging sapi atau gulai.

Nasi jaha bisa juga dijadikan sebagai pengganti nasi putih. Bahan utamanya memang sama-sama menggunakan beras putih, hanya saja cara penyajiannya yang berbeda. Itulah yang menjadi keunikan dari nasi jaha ini.

Apalagi rasa dan aromanya sangat khas sehingga bisa menggugah selera makan. Akan lebih nikmat lagi bila disantap ketika dalam kondisi masih panas yaitu langsung setelah dikeluarkan dari bambu.

Mau lihat keindahan Indonesia lainnya?
Yuk tekan tombolnya!

Bagikan

Yuk, sama-sama mengenalkan potensi keindahan Indonesia

BACA JUGA

- Advertisement -