Filosofi Rumah Adat Sumba, Warisan Leluhur Ratusan Tahun Lalu

Pulau yang dianugerahi keindahan pantai ini punya rumah adat unik yang kayak akan makna dan nilai filosofi.

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Rumah Adat Sumba. Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di Tenggara Indonesia. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Flores, Sumba, Timor, Alor, Lembata, Rote, Sabu, Adonara, Solor, Komodo dan Palue. Ibu kotanya adalah Kupang, Timor Barat. 

Provinsi ini membentang lebih 550 pulau, tiga pulau utamanya adalah Flores, Sumba dan Timor Barat. Kekayaan budaya di pulau ini begitu mengagumkan. Eksotisme peninggalan nenek moyang membuat daerah ini kaya akan sejarah dan budaya. Salah satunya di pulau sumba. Pulau yang dianugerahi keindahan pantai ini punya rumah adat unik yang kayak akan makna dan nilai filosofi.

Filosofi Rumah Tradisional Sumba

Pemisahan ruang secara vertikal memberitahu kita kalau kedudukan dan derajat kesakralan ruang di rumah adat. Ruang atas di bawah atap menara jadi  bagian paling penting dan bermakna sakral yang semua rumah adat Sumba memiliki ruang sejenis yang dikhususkan untuk Marapu.

- Advertisement -

Makna dalam ruang tersebut, selain sebagai penggambaran dunia atas juga sebagai tempat bersemayamnya roh nenek moyang. Bagian tengah rumah menjadi dunia tengah.

Semua aktivitas harian berlangsung di bagian ini. Sedangkan bagian bawah melambangkan dunia bawah tempat bersemayamnya roh-roh jahat. Bagian ini dikhususkan untuk hewan-hewan ternak 

Konsep rumat adat sumba menggambarkan adanya sumbu atau tatanan dalam rumah. Derajat terendah diletakkan di bawah dan semakin ke atas, ruang menjadi semakin penting dan sakral.

- Advertisement -

Letak Pola Tata Kampung

Kampung adat di Sumba pada umumnya menghadap Utara-Selatan (Wora Hebi), dengan arah Selatan sebagai arah utama. Arah Selatan dipilih karena merupakan arah datangnya angin laut dari musim yang mendatangkan kesuburan dan hasil laut yang melimpah bagi masyarakat.

Baca Juga :  Ma'Nene, Tradisi Mayat Berjalan di Tana Toraja yang Kini Berusia Ratusan Tahun

Untuk menghormati anugerah alam inilah maka arah Selatan memperoleh penghargaan tinggi dan dijadikan sumbu utama dalam pembangunan permukiman kampung adat (Parona atau Parainga) masyarakat Sumba.

Pola tatanan rumah Sumba diatur secara linier dan berada dalam pagar batas dari susunan batu tanpa perekat atau pengikat yang tingginya bervariasi. Memiliki satu atau dua pintu masuk yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan aktivitasnya.

- Advertisement -

Setiap bangunan berorientasi pada sebuah ruang terbuka bersama yang digunakan sebagai area publik atau dalam bahasa Sumba dikenal dengan istilah Natara, dimana pada area ini sering digunakan sebagai salah satu tempat upacara/ritual adat hingga tempat meletakkan batu kuburan.

Pola tata ruang dalam rumah Sumba dapat dibagi atas tata ruang vertikal dan horizontal, secara vertikal rumah Sumba dibagi atas tiga, dimana pada ruang paling bawah (kolong) merupakan tempat untuk hewan ternak peliharaan, pada bagian diatas kolong adalah tempat buat penghuninya, dan pada bagian atas (loteng/menara) adalah untuk menyimpan benda pusaka/keramat.

Secara horizontal ruang-ruang utama terdiri dari katonga sebagai tempat menerima tamu, koro sebagai kamar tidur, rabuka tempat memasak/perapian yg terletak di tengah bangunan.

Bagian atap juga dilengkapi semacam tiang kayu dengan ukiran yang membedakan antara “pintu lelaki” digunakan kepala rumah tangga atau bapak saat masuk atau ke luar rumah dan “pintu perempuan” dipakai ibu untuk akses ke dapur.

- Advertisement -