15 Kampung Adat di Sumba Barat, Melihat Kehidupan Tradisional Asli Orang Sumba

Tidak ada yang lebih menarik ketika mengunjungi desa selain merasakan denyut nadi kehidupan mereka setiap hari. Ikut merasakan bagiamana mereka memandang hidup, teknologi dan modernisme dari sudut pandang tradisional mereka ketika jati diri dan karakter budaya mereka yang masih di pegang teguh.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Berikut rekomendasi Kampung Adat di Sumba Barat. Pulau Sumb a memiliki beberapa kampung adat dengan budayanya yang dipertahankan hingga kini.

Kampung dengan rumah adat sumba memiliki keunikan dengan menaranya yang menjulang beberapa metar ke langit. Kampung-kampung tersebut dibangun di atas bukit-bukit yang tinggi agar menghindari musuh di zaman dahulu.

Rumah Adat Sumba berbentuk rumah panggung. Ia memiliki menara bertanduk tunggal yang menjulang dan terbagi menjadi tiga tingkat.

- Iklan -
  • Sali Kabungnga (tingkat pertama). Disini sebagai tempat memelihara hewas (secara nilai sejarah melambangkan kehidupan di dunia yang kotor).
  • Tempat hunian manusia dimana perapian ditempatkan tepat dijantung rumah. Tingkat ke-2 ini dibagi jadi 2 bagian utama, pertama “Bali Katuonga” atau Ruang Tamu, tempat laki-laki bertemu dan pamali bagi wanita yang di belik). Bagian ke-2 adalah “Kere Padalu” (Ruang dapur, tempat wanita bekerja), dimana “Padalu” (gentong) atau tempat menyimpan air minum untuk kebutuhan memasak berada. Tingkat Kedua punya makna Api Penyucian Jiwa sebelum menuju dunia “Ma Rappu ” atau Dunia Arwah.
  • Umma DaIuka / Toko Umma adalah Menara Bertanduk berada ditingkat ke tiga. Ditempat inilah, pemilik rumah menyimpan cadangan makanan dan barang pusaka. Umma DaIuka melambangkan Nirvana atau Surga. Terlihat dari bentuk menara yang menyerupai telapak tangan tertutup sebagai wujud simbol pemujaan kepada Sang Pencipta Semesta. Sedangkan Dua tanduk di Puncak rumah melambangkan perempuan dan laki-laki sebagai ciptaan sang Penciptaan.

Tak hanya rumah adatnya yang karismatis, dikampung adat sumba, juga memiliki Batu Kubur Megalitikum berbentuk Perahu di tiap kampung. Di sinilah filosofi “Ma Rappu” (Jiwa yang telah pergi ke dunia arwah) menjadi pusat budaya Sumba.

Disini kampung adat, kamu bisa belajar dan melihat langsung kehidupan setelah mati adalah bagian terpenting dalam penciptaan Alam Semesta. Belajar bahwa kehidupan di dunia hanya sementara, yang harus diisi dengan segala perbuatan kebaikan demi kesempurnaan kisah kelahiran masing-masing orang. Rumah Adat Menara Sumba jadi simbol Kelahiran dan Batu Kuburan Megalitikum adalah simbol Kematian.

Baca Juga :  Belis, Mas Kawin Perkawinan Masyarakat Nagekeo

1. Kampung Adat Bodo Ede

Kampung Adat Bodo Ede
Kampung Adat Bodo Ede

Kampung ini dijuluki Tadulla Bodo Ede Tak0ula Kadu Watu. Artinya tempat berjaga yang berada di ketinggian atau tempat baru berdiri yang bentuknya menyerupai manusia yang memiliki tanduk.

- Iklan -

Disini kamu bisa melihat kuburan batu yang berusia ratusan tahun. Keberadaannya sebagai bentuk penghormatan masyarakat adat pada nenek moyang mereka.

Kampung ini dihuni suku Wee Bole atau Kabisu Wee Bole. Mereka memilik seorang pemimpin disebut Moto Lele yang dipercaya untuk memimpin Kampung Adat.

Lokasi
Wailiang, Kec. Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT.
Maps

2. Kampung Prai Ijing

Kampung Prai Ijing
Kampung Prai Ijing

Kampung Adat Prai Ijing jadi salah satu kampung adat paling cantik di Sumba dan jadi andalan utama Sumba Barat.

- Iklan -

Nama Prai Ijing berasal dari kata Prai : Kampung dan Ijing : Buah Kendondong Hutan. Dulu memang terdapat ratusan pohon Kedondong di kampung ini, yang kini juga masih bisa kita temui.

Kampung adat yang menjadi Juara 2 tingkat Nasional kategori “Desa Wisata” pada tahun 2019 oleh Kementerian Pariwisata itu terdiri dari tiga bagian.

Bagian dasar untuk tempat memelihara hewan, bagian tengah diperuntukan sebagai tempat tinggal, dan bagian atas tempat menyimpan bahan makanan.

Pembagian rumah punya nilai filosofi adat yang koko. Bagian dasar bermakna sebagai bentuk penyatuan dengan alam, bagian tengah sebagai tempat penyucian, dan bagian atas sebagai bentuk penyembahan pada Tuhan.

Lokasi
Tebara, Kec. Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT.
Maps

3. Kampung Tarung

Kampung Tarung
Kampung Tarung

Salah satu kampung adat yang masih melaksanakan kepercayaan Merapu adalah Kampung Tarung.

Berbeda dengan kampung adat pada umumnya yang cenderung berada ditempat terpencil, Kampung Tarung berada di dalam kota Waikabubak, ibukota Kabupaten Sumba Barat, NTB. Walau keberadaannya tepat ditengah peradaban modern, warga Kampung Tarung tepat mempertahankan kemurnian adatnya.

Baca Juga :  Perjalanan Menuju Puncak Impian

Keunikan Kampung Tarung ada pada arsitektur dan tata ruang kampungnya. Setiap aspek penataan selalu ada filosofi yang mendasarinya. Rumah dibangun tampa menggunakan pasak maupun paku besi sama sekali, dibangun dengan sederhana, yang terdiri dari tiga bagian vertikal yaitu, bagian atas khusus untuk para roh leluhur dan penyimpanan bahan makanan, lalu bagian tengah untuk pemiliki rumah, dan bagian bawah tempat hewan ternak.

Lokasi
Wailiang, Kec. Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT
Maps

4. Kampung Adat Pasunga

Kampung Adat Pasunga
Kampung Adat Pasunga

Rumah-rumah yang berada di Kampung Adat Pasunga berbentuk rumah panggung dengan atapnya yang menjulang tinggi dan terbuat dari kayu. Meskipun memiliki atap unik, jarak lantai dan atap tidak begitu tinggi.

Hampir semua rumah di Kampung Adat Pasunga bentuknya sama. Walau ada beberapa rumah yang kini beratap seng namun, arsitektur Sumba tetap melekat. Selain itu, masyarakat di Kampung ini juga masih menjaga tradisi.

Mereka biasanya memasang hiasan berupa tulangbabi di depan rumah. Tulang babi itu menandakan status sosial dari pemilik rumah.

Lokasi
Anakalang, Kec. Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, NTT.
Maps

5. Kampung Adat Ratewana

Kampung Adat Ratewana
Kampung Adat Ratewana
Lokasi
Doka Kaka, Kec. Loli, Kabupaten Sumba Barat, NTT.
Maps

6. Kampung Adat Praigoli

Kampung Adat Praigoli
Kampung Adat Praigoli

Kampung Adat Praigoli jadi salah satu kampung yang masih memegang erat aturan adat dan budaya tanpa sedikitpun terpengaruh modernisasi.

Selain terdapat tempat tinggal suku Praigoli dengan gaya arsitektur kuno, di Kampung Adat ini kamu akan melihat salah satu kuburan tua yang berusia ratusan tahun lamanya dan beberapa benda pusaka peninggalan nenek moyang mereka. Salah satunya adalah batu kubur yang sangat berat. Konon, batu tersebut dibawa nenek moyang mereka dari Sumba Timur hanya dengan bantuan buntalan kapas.

Baca Juga :  Pulau Solor, Permata Tersembunyi di Nusa Tenggara Timur
Lokasi
Wai Hura, Kec. Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, NTT
Maps
- Iklan -

Mau lihat keindahan Indonesia lainnya?
Yuk tekan tombolnya!

BAGIKAN