Kampung Adat Bodo Ede, Eksotis di Tengah Kota

Lalu mengapa perkembangan zaman danĀ  arus infomasi yang masif tak mempengaruhi budaya di beberapa perkampungan adat di Sumba?

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Masyarakat Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur, memiliki beragam tradisi turun-temurun yang karismatik. Budaya itu merupakan warisan nenek moyang mereka ratusan tahun yang lalu.

Entah kini gegerasi telah memasuki generasi ke berapa, namun, adat, tradisi, budaya kini masih terus dipertahankan. Moderenitas seolah tak mampu memberi pengaruhnya.

Lalu mengapa perkembangan zaman dan arus infomasi yang masif tak mempengaruhi budaya di beberapa perkampungan adat di Sumba? Cobalah berkunjung ke salah satu kampung adat di Kabupaten Sumba Barat Bodo Ede untuk mencari sendiri jawabannya.

- Advertisement -

Kampung Adat Bodo Ede terletak di daerah Lolo, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Letaknya tepat ditengah ibu kota kabupaten Sumba Barat.

Kampung yang memilik ciri khas rumah adat beratap jerami ini djulukan Tadulla Bodo Ede Takoula Kadu Watu , tempat berjaga diatas ketinggian atau tempat sebuah batu berbentuk manusia yang memiliki tanduk berdiri.

Di kampung Adat Bodo Ede, kamu bisa menemui miniatur keseharian masyarakat sumba ratusan tahun lalu. Disini pula kamu juga akan terkesima dengan rumah adat sumba yang unik dan kuburan batu nenek moyang mereka.

- Advertisement -

Masyarakat Kampungini dihuni suku Wee Bole atau Kabisu Wee Bole , yang dipimpin Moto Lele.

Rumah Adat Bodo Ede

Kampung Adat Bodo Ede
Kampung Adat Bodo Ede

Rumah ini memiliki ciri khas bangunan yang dibangun menggunakan kombinasi kayu dan bambu untuk membangun dinding dan lantai. Jerami digunakan sebagai atap.

Dikampung Adat ini terdapat empat rumah adat utama. Rumah ini dihuni para sesepu adat yang memiliki peran berbeda diantaranya adalah:

- Advertisement -
  1. Rumah Uma Goba Kabu , ketika suku ingin mengadakan upacara adat (rawi rata), warga kampung akan berdiskusi di rumah ini untuk mentukan waktu acara itu dilaksanakan.
  2. Uma Roto : rumah ini akan berfungsi sebagai tempat menunggu kedatangan uma tuba ( rumah-rumah kecil).
  3. Uma Deta: Tamu dari suku-suku yang berkunjung akan ditempatkan dirumah ini.
  4. Uma Kabela: digunakan sebagai tempat menanak nasi pemali .

Kampung Adat ini juga memyimpan benda pusaka peninggalan sejarah hingga.

Baca Juga :  Kampung Adat Tuaninu Malaka, Nuansa Tradisional Terjaga Ketat di Sini

Salah satunya Teko (Parang Kuno). Benda ini sejenis Senjata Tradisional khas Sumba. Pasa zaman dahulu, senjata ini digunakan untuk peperangan.

selain senjata, kampung adat ini juga menyimpan Tambur, salah satu alat musik tradisional Sumba. Tambur terbuat dari kayu, rotan, dan kulit binatang.

Salah satu yang tak boleh dilewatkan adalaj kuburan Batu. Salah satu peninggalan nenek moyang masyarakat Kampung Bodo Ede itu telah ada sejak jaman Megalitikum. Didalamnya tersimpan jenazah.

- Advertisement -