Asal Usul Suku Madura dan Kemiripannya dengan Bangsa Tibet

Sejarah mencatat Arya Wiraraja adalah Adipati pertama di Madura diangkat oleh raja Kertanegara dari Singosari tanggal 31 Oktober 1269.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Perjalanan sejara Suku Madura dimulai dari perjalanan Arya Wiraraja sebagai Adipati pertama di Madura pada abad ke-13 dalam Kitab Negarakertagama mengatakan bahwa pulau Madura semula bersatu dengan tanah Jawa. Ini menunjukkan, bahwa pada tahun 1300-an orang Madura dan orang Jawa merupakan bagian dari komunitas budaya yang sama.

Sekitar tahun 900 sampai 500.000 Pulau ini berada di bawah pengaruh kekuasaan Kerajaan Hindu Jawa Timur seperti Kediri Singosari dan Majapahit. Diantara tahun 1500-an tahun 1624 para penguasa Madura pada batas tertentu bergantung kepada kerajaan Islam di pantai utara Jawa seperti Demak, Gresik dan Surabaya.

Pada tahun 1624 Madura ditaklukkan oleh Mataram sudah itu pada abad ke-18 Madura berada dibawah kekuasaan Kolonial Belanda. Mulai tahun 1882 mula-mulanya oleh VOC kemudian diperintah oleh Hindia Belanda.

Sejarah mencatat Arya Wiraraja adalah Adipati pertama di Madura diangkat oleh raja Kertanegara dari Singosari tanggal 31 Oktober1269. Pemerintahannya, berpusat di Batu Putih Sumenep, Kraton pertama di Madura.

Pengangkatan Aria Wiraraja sebagai Adipati pertama Madura pada waktu itu diduga berlangsung dengan upacara kebesaran Kerajaan Singosari yang dibawa ke Madura.

Seperti yang tercatat dalam sejarah, Perpindahan bangsa-bangsa secara besar-besaran dari Asia Tenggara terjadi pada kurun waktu yang sangat panjang antara 4000 tahun sampai 2000 tahun sebelum masehi.

Kejadian ini antara lain berasal dari bertambah pesatnya kerajaan-kerajaan Cina karena kepesatan perkembangan kebudayaannya. Mereka lalu meluaskan pengaruh kekuasaannya ke arah selatan.

Kawasan yang langsung terkena dampaknya adalah wilayah tibet yang merupakan tanah leluhur bangsa BURMA dan daerah Yunan yang semula dihuni orang-orang Thai dan Vietnam.

Akibatnya, dari mengenainya kedatangan bangsa Cina tersebut, maka bangsa-bangsa Burma Thai dan Vietnam terpaksa menyingkir lebih kearah Selatan.

Baca Juga :  Palipuran, Desa Paling Bersih Sedunia yang Menawarkan Kedamaian

Namun tidak sedikit diantara mereka yang terus ke selatan mengarungi laut ataupun melintasi Semenanjung kemudian menyeberangi Selat hingga mencapai pulau-pulau di nusantara termasuk pulau madura sendiri.

Kesamaan mereka dengan suku Madura adalah kesukaannya dalam mengkonsumsi ikan kering yang dihasilkan lalu dibusukkan seperti terasi dan petis atau makanan yang ditapaikan.

Persamaan yang mendasar diantara mereka, misalnya kesamaan dalam cara menanam benda-benda umum seperti Padi, pandan, ubi, udang hujan dan batu dan banyak lainnya.

Para pendatang ini lalu menetap disana untuk kemudian menjadi nenek moyang bangsa Madura seperti bangsa PHIAH, CAMPA dan JAI di KOCINCINA. Mereka mengacu pada kosakatanya seperti api dengan Apoy, menyebut istrinya dengan bini dan memakai kata ella untuk mengatakan Jangan.

Mau lihat keindahan Indonesia lainnya?
Yuk tekan tombolnya!

Bagikan

[gs-fb-comments]

BACA JUGA

- Advertisement -