Upaya pelestarian bahasa daerah terus diperkuat melalui kerja-kerja literasi. Dalam waktu dekat, Kamus Ilmiah Bahasa Mbay akan segera tiba di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari ikhtiar merawat dan mendokumentasikan bahasa ibu masyarakat setempat.
Buku ini disusun oleh Tim Dimensi Indonesia, dengan Muhamad Amin Daeng Matiro sebagai penulis. Proses penyuntingan sekaligus perancangan desain sampul dikerjakan oleh Muhamad Amril. Kamus ini diterbitkan oleh CV Deepublish Yogyakarta dan saat ini masih berada dalam proses penerbitan.
Sebagai karya ilmiah kebahasaan, kamus ini tidak hanya menyajikan daftar kosakata Bahasa Mbay, tetapi juga memuat penjelasan makna kata secara kontekstual, klasifikasi gramatikal, serta contoh penggunaan dalam kehidupan sehari-hari. Penyajiannya dirancang agar mudah dipahami dan dapat dimanfaatkan oleh pelajar tingkat SMP–SMA, kalangan pendidik, akademisi, maupun masyarakat umum.
Bahasa Mbay merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Mbay. Di dalamnya tersimpan nilai-nilai kearifan lokal, norma sosial, serta pengetahuan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial, bahasa daerah menghadapi tantangan serius untuk tetap bertahan. Kehadiran kamus ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memastikan Bahasa Mbay tetap hidup dan terdokumentasi dengan baik.
Penerbitan Kamus Ilmiah Bahasa Mbay sejalan dengan semangat nasional dalam membumikan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Dokumentasi tertulis seperti kamus dipandang penting tidak hanya sebagai rujukan pembelajaran, tetapi juga sebagai arsip budaya yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Saat ini, Kamus Ilmiah Bahasa Mbay masih dalam proses terbit dan akan segera tiba di Mbay dalam waktu dekat. Kehadirannya diharapkan menjadi sumber rujukan utama pembelajaran Bahasa Mbay sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran untuk merawat bahasa ibu.


