Kerajaan Larantuka dan Kedatangan Bangsa Portugis 

Kerajaan Larantuka adalah salah satu kerajaan di Indonesia yang pernah menguasai hampir seluruh wilayah Nusa Tenggara. Kerajaan ini sudah ada sejak abad 13 M.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Kerajaan Larantuka. Dari berbagai kesultanan dan kerajaan yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara, mulai abad 10 Masehi hingga pada tradisi Kesultanan yang menjadi warisan budaya saat ini, terdapat banyak kerajaan yang muncul dan berkembang, melakukan kegiatan ekspansi, melakukan kekuasaan atas budaya teritorial, peperangan, hingga penyebaran Agama.

Dari Kerajaan Hindu-Buddha Sriwijaya di Sumatra hingga Kerajaan Islam Tidore di Maluku, masing masing mewarnai sejarah panjang tentang keberadaan kerajaan nusantara dengan berlatar belakang penyebaran Agama dan budaya.

Di bagian gugusan kepulauan Nusantara bagian selatan, tepatnya di Nusa Tenggara Timur inilah juga berkembang salah satu kerajaan yang memiliki sejarah panjang, baik dalam hal kebudayaan, tradisi mitologis, hingga interaksi dengan Agama, bahkan peranannya menghadapi kolonialisme Eropa saat itu. Kerajaan Larantuka, demikianlah nama kerajaan tersebut.

Kerajaan Larantuka adalah salah satu kerajaan di Indonesia yang pernah menguasai hampir seluruh wilayah Nusa Tenggara. Kerajaan ini sudah ada sejak abad 13 M. Beberapa wilayah kekuasaannya meliputi Pulau Solor, Pulau Lembata, Pulau Adonara, dan Pulau Flores.

Pusat pemerintahan kerajaan Larantuka berada di Flores Timur, adapun hasil kekayaan alam yang menjadikan kerajaan ini makmur ialah hasil kayu cendana yang melimpah yang nantinya akan diburu oleh kolonial eropa.

Pada abad ke-14 M, pengaruh kerajaan Majapahit sangat kuat masuk ke wilayah Nusa Tenggara. Pada masa itu dalam kepemimpinan Hayam Wuruk, kerajaan Larantuka disebut sebagai Galiyao. Sebelum masuknya Katolik oleh Portugis ke Nusa Tenggara Timur, kerajaan Larantuka sudah berkembang hingga 9 masa Raja-raja Larantuka berkuasa sampai abad ke-16  M. 

Kerajaan Larantuka didirikan oleh Pati Golo Arakian dan Watowele, sepasang suami istri yang inggal di wilayah Flores tepatnya di Desa yang bernama Lamaholot, mereka adalah Kepala Suku yang sudah lama menetap, bahkan Watowele dengan memiliki keturunan langsung dari Suku Ile Jadi, suku di Flores yang dianggap keramat .Kerajaan ini dibentuk dari bergabungnya beberapa suku yang ada di pulau Flores bagian Timur dengan pusatnya di Larantuka.

Baca Juga :  Museum Bikon Blewut, Harapan Literasi Dunia

Sedangkan Pati Golo adalah keturunan Jawa dari orang-orang Majapahit. Sebelum nama Larantuka, kerajaan ini bernama Kerajaan Ata Jawa, kemudian nama ini berubah menjadi Kerajan Larantuka pada masa Raja Sira Demon Pagu Molang. Pada masa ini kerajaan lebih teratur dan diyakini sebagai pondasi awal kerajaan Larantuka yang sesungguhnya.

Ilustrasi Larantuka dengan latar belakang gunung Ile Mandiri, 1656, oleh Vlaming van Oudshoorn, Arnold. FOTO/franotukan.blogspot.co.id/Facebook Joseph Letor

Memasuki abad ke-16 M, kolonialisme Portugis tiba di wilayah Nusa Tenggara Timur, awalnya Pulau Flores sebagi tempat singgah bagi Portugis untuk melakukan ekspedisi ke Maluku. Namun Portugis menemukan hasil bumi yang memiliki nilai jula umtuk dibawa ke Eropa.

Mau lihat keindahan Indonesia lainnya?
Yuk tekan tombolnya!

Bagikan

Yuk, sama-sama mengenalkan potensi keindahan Indonesia

BACA JUGA

- Advertisement -