Ritual Tiwah, Ritual Menuju Surga Suku Dayak Ngaju

Tiwah merupakan ritual yang wajib dilaksanakan, karena jika seseorang yang telah meninggal belum di Tiwah maka ia belum masuk ke dalam surga.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Agama dan sistem kepercayaan lainnya sering terintegrasi dengan kebudayaan. Agama adalah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. Dalam budaya tradisional, masa lalu sangat dihormati dan simbol-simbol yang ada sangat dihargai bagi masyarakat suku Dayak Ngaju khususnya yang beragama Hindu Kaharingan. Ritual Tiwah.

Upacara tradisional di Kalimantan tengah merupakan suatu mata rantai yang tidak dapat dipisahkan dari Tattwa yang merupakan inti dari ajaran agama Hindu Kaharingan.

Ritual adat yang biasa diselenggarakan oleh para suku Dayak Ngaju adalah upacara Tiwah, upacara perkawinan, upacara mapalas/pengobatan, upacara menetek pantan, upacara mamapas lewu dan masih banyak upacara adat lainnya yang ada di Kalimantan Tengah ini.

Ritual ini bermakna dan berfungsi dalam kehidupan masyarakat. Dalam pandangan masyarakat Suku Dayak yang masih mempertahankan keyakinan leluhurnya, khususnya yang beragama Hindu Kaharingan bahwa ritual upacara Tiwah masih dilakukan dan umat Hindu Kaharingan meyakini bahwa Tiwah merupakan ritual yang wajib dilaksanakan, karena jika seseorang yang telah meninggal belum di Tiwah maka ia belum masuk ke dalam surga.

Dalam upacara Tiwah, roh orang yang telah meninggal diantarkan ke swarga loka agar dapat tinggal bersama dengan roh-roh leluhur. Adapun tradisi yang terdapat di Desa Bangkal, tata cara pelaksanaan ritualnya ada dua cara ritual yaitu Tiwah Sandung Runi dan Tiwah Sandung Tulang, yang berbeda dari daerah-daerah lainnya.

Sedangkan di daerah lain tata cara pelaksaan Tiwah hanya memiliki satu cara ritual Tiwah saja yaitu Tiwah Sandung. Di Desa Bangkal untuk pelaksanaan atau acara puncak Tiwah hanya membutuhkan waktu tiga sampai empat hari. Di daerah lain untuk pelaksanaan Tiwahnya membutuhkan waktu tujuh hari sampai satu bulan.

Baca Juga :  Museum Bikon Blewut, Harapan Literasi Dunia

Ritual Tiwah Menurut Masyarakat Dayak Ngaju

Tiwah merupakan upacara kematian yang biasanya digelar atas seseorang yang telah meninggal dan dimasukkan dalam Runi (peti mati). Ritual Tiwah bertujuan sebagai ritual untuk meluruskan perjalanan salumpuk liau menuju lewu tatau agar dapat bersatu dengan nenek moyangnya serta sangiang, Tiwah ini juga memiliki maksud bagi masyarakat Suku Dayak Kalimantan Tengah sebagai prosesi untuk melepas kesialan bagi keluarga yang ditinggalkan dari pengaruh-pengaruh buruk yang menimpa.

Mau lihat keindahan Indonesia lainnya?
Yuk tekan tombolnya!

Bagikan

Yuk, sama-sama mengenalkan potensi keindahan Indonesia

BACA JUGA

- Advertisement -