Kampung Adat Tololela Bajawa, Pesonanya Tak Kalah Cantik dengan Bena

Secara geografis, topografi desa kampung Tololela Bajawa Flores sebagian besar lahan perbukitan, termasuk dalam wilayah yang beriklim tropis.

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Suasana yang sejuk dan sunyi menyelimuti Kampung Adat Tololela sore itu. Kesunyiannya beradu dengan suara angin lembah. Kampung itu memang berada di Lembah Bukit Batu yang kekar dan tegar. diselimuti hutan lebat nan hijau.

Kampung adat Tololea menawarkan keindahan alam, udara nan segar serta kehidupan tradisional yang keasliannya terjaga.

Terdengar seperti tempat yang tenang dan indah. Bagaimana kehidupan sehari-hari di Kampung Tololela?

- Advertisement -

Kampung Adat Tololela didiami 6 suku. Mereka mendiami belasan rumah-rumah tradisional yang dibangun mengelilingi tanah lapang berundak membentuk persegi di dua tingkat berbeda.

Kampung Tololela merupakan salah satu kampung yang berada di Desa Manubhara, kecamatan Jerebuu. Untuk bisa sampai ke lokasi perlu waktu sekitar 45 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 30 km dari ibukota Bajawa.

Letaknya yang dipuncak bukit tidak memungkinkan kendaraan bisa mencapai kampung Tololela sehingga harus berjalan kaki. Jadi, dari ibukota Bajawa menuju kampung Bena terlebih dahulu, setelah itu dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju desa kampung Tololela, Bajawa Flores selama 1 jam.

- Advertisement -
tripadvisor.co.id

Secara geografis, topografi desa kampung Tololela Bajawa Flores sebagian besar lahan perbukitan, termasuk dalam wilayah yang beriklim tropis. Memiliki jenis tanah yang subur sehingga banyak penduduk yang memanfaatkannya untuk bercocok tanam, terutama jenis tanaman rempah-rempah, umbi, jagung dan kacang-kacangan.

Ditengah kuat arus zaman modern, tidak banyak daerah yang masih mempertahankan tradisi adat budaya dalam lingkungan masyarakat. Namun di kampung Tololela dapat kita rasakan nuansa adat yang kental dan masih terjaga.

Hal ini dapat dilihat dari bangunan rumah yang terdapat di kampung ini, serta kebiasaan dan perilaku masyarakat yang masih memegang erat adat istiadat.

- Advertisement -

Saat memasuki perkampungan, kita akan disuguhkan pemandangan rumah-rumah tradisional yang menjulang tinggi, terbuat dari kayu dengan menggunakan ilalang sebagai atap.

Baca Juga :  Tato Mentawai, Seni Rajah Tertua di Dunia Sejak 3.000 SM

Rumah ini dihuni oleh suku asli kampung Tololela, uniknya formasi rumah ini tersusun rapi membentuk pola segi empat.

Lalu, di tengah-tengah kampung terdapat Ngadhu (rumah payung) dan Bhaga (rumah kecil) simbol roh lelaki dan perempuan yang menjadi pemersatu etnis ngada yang berdampingan dengan kuburan batu tua leluhur.

Di setiap rumah-rumah selalu ada tanduk kerbau yang dulunya dijadikan kurban untuk upacara adat. Tanduk tanduk itu tergantung didinding rumah. sejumlah ornamen lainnya dengan beragam simbol juga terdapat dalam Sa’o atau rumah adat dengan daya magis yang menggetarkan jiwa.

Dalam struktur rumah adat (Sa’o), ada lima bagian penting yang harus ada, seperti Tangi, Pali Wa’i, Teda, Teda One-one. Bagi orang Tololela, One bagian paling sakral bagi penghuni rumah. Di one lah tempat bersemayamnya wujud tertinggi para leluhur.

Orang Tololela percaya, rezeki, kesehatan dan kemaslahatan penghuni rumah akan terjaga bila relasi roh sebagai wujud tertinggi yang dipercayai terus terjaga mengisi Sa’o. Dimana Sa’o menjadi simbol ibu yang harus dijaga dan dihormati.

tripadvisor.co.id

Selain bertani, pekerjaan sebagian masyarakat kampung Tolalela adalah menenun. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh para wanita. Pembuatan tenun masih dilakukan secara tradisional sehingga setiap pengunjung yang datang dapat menyaksikan langsung proses pembuatannya.

Saat pagi atau sore hari merupakan waktu yang pas mengunjungi para wanita yang sedang menenun. Anda bisa sambil belajar cara pembuatan tenun dan jika tertarik, anda bisa membelinya.

Alat musik tradisional seperti Angklung mungkin sudah banyak yang tahu, namun bagaimana dengan alat musik Bombardom? Pasti masih banyak yang tidak tahu bukan? Alat musik Bombardom merupakan alat musik tiup tradisional yang dapat kita temukan di Pulau Flores.

Baca Juga :  Rumah adat Langkanae Luwu dan Filosofinya

Terbuat dari bahan bambu dengan dua elemen yaitu bambu besar dan kecil. Sering digunakan pada saat upacara adat dan penerimaan tamu yang datang.

tripadvisor.co.id

Beberapa bulan lalu, baru saja dilaksanakan pemecahan rekor konser musik Bombardon oleh masyarakat kampung Tolalela sebagai salah satu cara melestarikan alat musik tradisional mereka yang terancam punah serta untuk menarik minat wisatawan.

- Advertisement -