Goa Hawang dan Legenda Sang Pemburu di Kei Kecil

Karena kecewa dan marah sebab tidak mendapat buruan dan meminum air pahit, pemburu tersebut mengumpat dengan kata kata kotor.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Bagi Anda yang menyukai gua dan kejernihan air tawar, Goa Hawang menjadi pilihan destinasi yang wajib dikunjungi. Goa Hawang atau sering disebut Air Goa terletak di Pulau Kei Kecil, lebih tepatnya berada di Desa Letvuan berjarak sekitar 15 km dari Langgur (Ibu Kota Maluku Tenggara).

Sebagai salah satu objek wisata alam, Goa Hawang menawarkan keindahan karena dikelilingi hutan, pesona yang memanjakan mata melalui stalagtit dan stalagmit yang menghiasi atap dindingnya.

Daya tarik utama dari Goa Hawang adalah adanya kolam berair jernih yang terbentuk secara alami di dalamnya. Menurut penuturan penduduk lokal, air kolam yang ada di dalam goa ini terhubung langsung dengan mata air Evu yang merupakan mata air terbesar di Kepulauan Kei.

Birunya permukaan air yang begitu jernih ini, berpadu apik dengan dinding goa yang gelap. Dimana pancaran sinar matahari yang masuk dari bibir goa membuat tempat tersebut terlihat semakin cantik. Kedalaman kolamnya sendiri antara 1,5 sampai 4 meter. Sehingga banyak wisatawan yang mencoba untuk free diving atau diving di sini.

Mengingat bahwa airnya begitu jernih, anda bisa melihat keindahan bawah kolam yang penuh dengan bebatuan cantik dan tidak kalah dari keindahan bawah laut. Jika beruntung, anda juga bisa melihat ikan ketika menyelam. Menariknya lagi, di dasar kolam juga ada lubang lubang yang saling terhubung. Sehingga anda bisa memasuki salah satu lubang, dan muncul di lubang lainnya.

Memiliki kolam alami yang begitu jernih dengan kedalaman antara 1,5 sampai 4 meter, membuat Goa Hawang adalah tempat yang sempurna untuk berenang. Apalagi airnya ini tidak hanya jernih tapi juga sangat menyegarkan, karena berasal dari sumber air alami. Oleh sebab itu, anda tidak boleh lupa membawa pakaian ganti saat bertandang ke destinasi satu ini.

Baca Juga :  Berpetualang di Hutan Mangrove Lantebung, Wisata Alam Tepi Kota Makassar

Tidak hanya berenang, diving merupakan salah satu cara terbaik untuk menikmati keindahan goa ini. Apalagi dengan banyaknya bebatuan cantik seperti karang yang ada di dasar kolam. Hal ini membuat banyak wisatawan ketagihan untuk mengambil foto underwater, di antara bebatuan tersebut.

Goa Hawang
Goa Hawang

Legenda Goa Hawang 

Goa ini juga memiliki sebuah batu di dalamnya yang merupakan legenda lokal. Alkisah pada zaman dahulu ada seorang lelaki yang pergi berburu babi hutan bersama dengan anjingnya. Saat berburu ini, si anjing mengejar buruan hingga masuk ke dalam goa. Ternyata setelah memasuki goa, babi hutan yang dikejar lantas menghilang di sekitar kolam.

Karena merasa kehausan, sang pemburu dan anjingnya meminum air kolam yang ternyata memiliki rasa pahit. Karena kecewa dan marah sebab tidak mendapat buruan dan meminum air pahit, pemburu tersebut mengumpat dengan kata kata kotor. Akibatnya, ia beserta anjingnya dikutuk menjadi batu oleh arwah yang mendiami goa.

Oleh sebab itu, di dalam Goa Hawang ini bisa ditemukan dua batu berukuran berbeda yang berada tepat di tengah tengah goa. Batu yang besar dipercaya merupakan sang pemburu yang telah dikutuk, sementara batu yang kecil adalah anjing peliharaan pemburu tersebut.

Rute Goa Hawang 

Goa Hawang ini terletak di Hoat Sorbay, Desa Letvuan, pulau Kei Kecil, Maluku Tenggara. Lokasi ini sekitar 15 kilometer dari Langgur atau Tual, Kepulauan Kei. Anda bisa menggunakan kendaraan sewaan atau angkutan umum untuk menuju ke lokasi Goa Hawang dari Bandara Dumatubun di Langgur, yang membutuhkan kurang lebih 20 sampai 30 menit perjalanan.

Mencapai Langgur sendiri bisa menggunakan pesawat dari Bandara Pattimura, Ambon. Sedangkan untuk menuju Pelabuhan Tual bisa memanfaatkan transportasi kapal laut. Yang mana berkunjung ke goa bisa dilakukan sewaktu-waktu, karena destinasi ini buka selama 24 jam. Pengunjung perlu membayar sekitar Rp. 20.000 per kepala untuk tiket masuknya.

Baca Juga :  Enam Wisata Terbaik Di Kab. Ngada Bajawa

Mau lihat keindahan Indonesia lainnya?
Yuk tekan tombolnya!

Bagikan

[gs-fb-comments]

BACA JUGA

- Advertisement -