Filosofi Coto Makassar, Hidangan Rakyat Rasa Sultan

Sebagai ibukota provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar dikenal memiliki pesona keindahan alam yang sangat menawan, serta beragam budaya dan sejarah di dalamnya.

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Filosofi Coto Makassar. Makassar tumbuh menjadi kota yang dinamis dengan beragam suku bangsa yang hidup berdampingan dengan damai. Hal ini yang membentuk cita rasa dan kuliner Makassar berasimulasi dengan baik. Ini pula yang menjadi daya tarik kota Makassar tidak hanya keindahan kota dan alamnya yang patut dikunjungi wisatawan, kulinernya pun menarik perhatian wisatawan untuk mencicipinya.

Berburu panganan khas Makassar bukan hal yang sulit. Cita rasa dan beragam hidangan dapat ditemui di kota ini. Salah satunya hidangan masakan berkuah yang berbagai macam. Ada palubasa, sop konro dan juga sop saudara.

Diantara sederet hidangan berkuah tersebut terdapat hidangan tradisional berkuah yang sangat legendaris, yang sering dicari dan menjadi hidangan wajib oleh masyarakat kota Makassar. Adalah coto Makassar, hidangan rakyat rasa sultan.

- Advertisement -

Pernahkah kalian merasakan nikmatnya hidangan tradisional ini? Beberapa orang mungkin beranggapan coto adalah soto. Coto Makassar adalah sebuah hidangan perpaduan dari daging dan jeroan yang sangat memberikan rasa nikmat di lidah. Coto Makassar merupakan kuliner khas yang menjadi warisan budaya bagi Suku Makassar, dimana coto awalnya hanyalah makanan yang diperuntukkan bagi rakyat jelata. 

Jadi coto memang banyak yang menganggap, kuliner ini sebagai makanan para Ata atau makanan para prajurit. Tetapi ada juga yang menganggap coto pertama kali merupakan makanan para raja dengan isian yang berbeda. 

“Kalau dulu makanan para raja itu isinya adalah dagingnya, pipi, lidah kemudian otaknya kemudian berkembang terus itu karena diolah oleh chef yang menganggap bahwa “Sayang kalau terbuang”. Akhirnya kemudian dimasukkan jeroannya juga untuk dibagikan ke rakyat jelata atau ke masyarakat umum dan masyarakat umum kemudian juga menggunakan bumbu yang patah puluh (40) rempah ini untuk bikin makanan atau masakan coto versi orang kebanyakan,” ujar Budayawan Makassar, Daeng Ical.

- Advertisement -
Baca Juga :  Nasi Kentut, Kuliner Aneh yang Bikin Ketagihan

Coto Makassar sangat mudah dijumpai di setiap sudut kota dan kabupaten Sulawesi Selatan, kuliner ini diperkirakan telah ada sejak Somba Opu berjaya sebagai pusat Kerajaan Gowa, pada tahun 1538.

Mamun keberadaan sambal tauco sebagai pendamping Coto Makassar menguatkan dugaan kalau makanan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan Cina yang memang sudah dikenal pada abad ke-16. 

Sejarah dan Filosofi Coto Makassar

Tepatnya di sebuah daerah diantara perbatasan Kabupaten Takalar dan gua di Sulawesi Selatan. Di sana terdapat kerajaan kecil yang bernama baje. Di kerajaan itu ada seorang juru masak yang sering dipanggil Toa yang sangat suka berkreasi dengan berbagai jenis masakan.

- Advertisement -