Danau Kelimutu Berubah Warna, Musibah Besar Akan Terjadi?

Menurut Gatot Soebiantoro, Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, "perubahan warna di ketiga kawah jelas sudah diteliti oleh tim dari LIPI dan terbukti merupakan dampak dari aktivitas vulkanologi.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Danau Kelimutu masuk wilayah administrasi Desa Koanara, Kecamatan Kelimutu. Uniknya, tiga danau di satu puncak gunung itu memancarkan warna berbeda.

Air Danau Tiwu Ata Polo seluas 81.700 meter persegi berwarna merah, Tiwu Nua Muri Kooh Fai seluas sekitar 91.700 meter persegi berwarna hijau, dan Tiwu Ata Mbupu dengan luas sekitar 60.400 meter persegi memancarkan warna biru.

Volume air ketiga danau itu mencapai 1.292 juta meter kubik. Batas antar-danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding terjal tersebut memiliki sudut kemiringan 70 derajat, dengan ketinggian antara 50 sampai 150 meter.

Di bagian timur Tiwu Ata Polo, menjulang sebuah bukit berbentuk kerucut dengan puncak bundar, dikenal masyarakat dengan “Buu Ria “, merupakan titik tertinggi dari kompleks gunung Kelimutu. Lantaran berada pada ketinggian 1.690 meter di atas permukaan laut, Kelimutu menebarkan aroma kesejukan yang disukai turis lokal ataupun mancanegara.

Danau Kelimutu
Danau Kelimutu. INt

Gunung ini tercatat letusan perdana-nya pada tahun 1830 dengan mengeluargkan lava hitam dan letusan yang dahsyat. Juga pada tahun 1860 s/d 1870 meletus untuk ke-2 kalinya beserta aliran lahar panas. Dan terakhir gunung ini beraktivitas yang intensitasnya tinggi adalah tahun 1968.

Sebelum ditemukan danau 3 warna yang berada di puncaknya, daerah ini terlebih dahulu ditemukan oleh warga negara Belanda bernama Lio Van Such Telen pada tahun 1915.

Sehingga saat itu wisatawan dari mancanegara mulai berdatangan guna meneliti lebih lanjut tentang danau tersebut. Akhirnya pada tanggal 26 Februari tahun 1992, gunung ini ditetapkan sebagai tempat konservasi Nasional Alam Kelimutu.

Kepercayaan Masyarakat dan Hasil Penelitian 

Menurut warga sekitar kaki gunung meyakini bahwa apabila Danau Kelimutu berubah warna, menandakan bakal terjadi bencana besar.

Baca Juga :  Lio dan Nela, Kisah Asmara di Danau Asmara / Waibelen

Seperti pada akhir 1964 terjadi perubahan warna, Setahun kemudian, malapetaka besar menimpa bangsa Indonesia dengan adanya kemelut Partai Komunis Indonesia. “Setelah peristiwa PKI, warna air Danau Kelimutu kembali normal.

Danau Kelimutu
Danau Kelimutu. Int

Peristiwa serupa terjadi pada 1992 silam. Seiring dengan perubahan warna danau, gempa bumi dahsyat mengguncang Pulau Flores yang menelan 2.000 korban jiwa.

Sesungguhnya para penghuni kawah Tiwu Ata Polo dan Tiwu Nua Muri Koo Fai (dua dari tiga danau di Kelimutu) marah. Penyebabnya, warga adat pemilik Kelimutu sudah lama tidak melakukan ritual adat Pati Ka (pemberian sesajen kepada leluhur di Danau Kelimutu kembali normal dan dijauhkan dari wabah penyakit).

Bagikan

Bantu kami menyabarkan kaindahan Indonesia.

BACA JUGA

- Advertisement -