Asal Usul Minangkabau

Suku Minang berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Minangkabau sendiri merupakan sebuah desa yang terletak di kawasan Kecamatan Sungayang, Tanah Datar, Sumatera Barat. Nama Minangkabau berasal dari kata minang yang artinya menang dan kabau yang artinya kerbau.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Asal Usul Minangkabau. Wilayah asli minangkabau terbagi menjadi 3, yaitu wilayah darek, rantau dan pesisir. Wilayah darek adalah wilayah daratan yang merupakan tempat awal mula orang minangkabau berasal. Daerah ini biasa dikenal dengan sebutan Luhak Nan Tigo. Daerah tersebut adalah luhak (sekarang disebut kabupaten) Tanah Datar, Agam dan Lima puluh Kota.

Sedangkan wilayah yang berada diluar ketiga wilayah tersebut disebut dengan nama daerah rantau. Persebaran (wilayah rantau) orang minangkabau ini tak hanya ke luar daerah bahkan hingga menyebrang pulau dan batas negara.

Sedangkan wilayah pesisir merupakan wilayah Minangkabau yang posisi demografisnya berada di pinggiran pantai, seperti Kabuaten Pesisir Selatan dan Wilayah Pariaman.

Asal Usul Orang Minang

Orang minang adalah keturunan Alexander The Great. Berdasarkan mtologi yang berkembang di masyarakat minang, mereka mempercayai bahwa mereka mewarisi darah pemimpin masedonia tersebut. Bagaimana kisahnya?

Zulkarnain atau Alexander The Great ini memimpin Masedonia pda tahun 356 sampai 323 sebelum Masehi. Raja agung ini menguasai wilayah benua Ruhum.

Singkat cerita, ia memiliki 3 orang putera. Yang pertama bernama Sultan Maharaja Alif, yang kedua bernama Sultan Maharaja Depang, dan yang bungsu bernama Sultan Maharaja Diraja.

Setelah raja Alexander Agung wafat, ketiga putera mahkota tersebut berlayar ke wilayah kekuasaan yang sudah ditentukan ayahnya, Sultan Maharaja Depang berangkat ke daerah daratan Cina. Sultan Maharaja Diraja berangkat ke selatan, khatulistiwa.

Si Bungsu ini kemudian berlabuh di gunung Marapi. Kala itu daratan disekelilingnya belum terbentuk. Masih berupa daratan yang dikelilingi air.

Lama-kelamaan air laut surut, daerah tuo tersebut kemudian berkembang ke wilayah sekitarnya. Yaitu ke wilayah Luhak Agam dan Luhak Limapuluh Kota saat sekarang. Dengan tetap menjadikan nagari tuo pariangan, di Luhak Tanah Datar sebagai sentral.

Baca Juga :  Masjid Tua Patimburak, Saksi Penyebaran Islam di Papua
- Advertisement -

Hal ini dikuatkan dengan pepatah minang:

Darimano Titiak Palito (Darimana Titik Pelita)
DIbaliak Telong nan Batali (Dari balik telong/lampu yang bertali)
Darimano Asa Niniak Kito (Darimana Asal Nenek Moyang Kita)
Dari Puncak Gunuang Marapi (Dari Puncak Gunung Marapi)

Keturuanan Sultan Maharaja Diraja ini kemudian berkembang. Singkat cerita kemudian lahirlah kerajaan Pagaruyuang, dengan garisan sejarah Raja Aditiyawarman.

Asal Usul Minangkabau : “Adu Kerbau

Berdasarkan tambo minangkabau, Minangkabau diambil dari kisah adu kerbau. Akar kata minangkabau berasal dari dua kata, yaitu minang (manang/ menang) dan kabau (kerbau).

Minangkabau dahulunya berbetuk kerajaan yang berpusat di Luhak nan Tuo yang dipimpin oleh Raja Adityawarman. Suatu masa, datanglah utusan pasukan kerajaan Majapahit yang ingin menginvasi minangkabau. Salah satu jalan untuk mempertahanan tanah ulayat adalah dengan peperangan. Namun kemudian para ninik mamak dan petinggi kerajaan mengadakan musyawarah mufakat menanggapi persoalan tersebut.

Untuk menghindari pertempuran yang memakan banyak korban jiwa, masyarakat sekitar mengusulkan untuk diadakan Adu kerbau. Usulan ini kemudian diterima oleh pihak lawan. Mereka mendatangkan seekor kerbau besar bertanduk panjang. Namun lawan yang disodorkan adalah seekor kerbau kecil.

Mau lihat keindahan Indonesia lainnya?
Yuk tekan tombolnya!

Bagikan

Yuk, sama-sama mengenalkan potensi keindahan Indonesia

BACA JUGA

- Advertisement -