Kamomose, Tradisi Mencari Jodoh Masyarakat Buton Usai Rayakan Idul Fitri

Secara harfiahnya, Kamomose ini adalah mengenalkan anak gadis yang sudah dirasa cukup dewasa kepada para pemuda kampung.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Tradisi Kamomose. Perayaan Hari Raya Idul Fitri mengandung banyak tradisi di dalamnya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Salah satu tradisi yang menarik pada saat Hari Raya Idul Fitri dimiliki daerah Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.

ketika Idul Fitri berlangsung, ratusan wanita muda dengan menggunakan pakaian adat duduk memanjang hingga sepanjang seratus meter. Di depan wanita muda tersebut terdapat sebuah baskom besar yang didalamnya terdapat lilin.

Para lelaki baik tua maupun muda yang masih berstatus jomlo berjalan mengelilingi wanita muda tersebut sambil melempar kacang ke dalam baskom depan para wanita muda tersebut.

Kegiatan tersebut merupakan tradisi kamomose atau tradisi mencari jodoh yang dilakukan masyarakat Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Biasanya di dalam ajang ini kalau didapat seorang wanita, maka si lelaki memberitahukan kepada orangtuanya telah menemukan wanita yang disukainya.

Kamomose berasal dari kata ‘komomo’ dan ‘poose ose’. Kamomo artinya bunga yang hampir mekar, sedangkan ‘poose ose’ artinya berjajar secara teratur. Secara harfiahnya, Kamomose ini adalah mengenalkan anak gadis yang sudah dirasa cukup dewasa kepada para pemuda kampung.

Tradisi mencari jodoh tersebut telah ada sejak lama dan biasanya dilaksanakan usai Idul Fitri dan Idul Adha. Warga percaya bahwa pemuda yang berhasil memadamkan lilin tersebut adalah jodohnya.

Ratusan pemuda ikut memeriahkan tradisi mencari jodoh tersebut dengan membeli kacang di sekitar lokasi ajang tradisi kamomose.

Usai membeli kacang, para pemuda kemudian berjalan mengeliling wanita muda yang telah mengenakan pakaian adat buton sambil melempar kacang ke dalam baskom. Selain kacang, terdapat pula benda lainnya seperti uang, minuman ringan, snack dan lainnya.

Baca Juga :  Kambira Baby Graves, Pemakanam Primitif Khusus Bayi Suku-suku Toraja
- Advertisement -

 

Mau lihat keindahan Indonesia lainnya?
Yuk tekan tombolnya!

Bagikan

[gs-fb-comments]

BACA JUGA

- Advertisement -