Bau Lolon, Ritual Sakral Adonara Simbol Peresmian Air Minum

Menurut Warga Adat Adonara, air yang belum mereka sucikan dengan ritual dapat membawa malapetaka bagi diri sendiri maupun keluarga. 

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Keunggulan Pulau Adonara terdapat dalam keindahan dan nilai-nilai sosial budaya. Selain itu, nilai-nilai sosial budaya bisa Anda lihat dengan ragam budaya yang unik yaitu ritual penyambutan atau peresmian air minum. Ritual ini adalah Ritual Bau Lolon Pulau Adonara. Berikut adalah penjelasan mengenai ritual tersebut.

Wai Gere Lewo adalah sebutan dari masyarakat adat Adonara untuk ritual saat para warga telah berhasil mengalirkan air dari mata air ke kampung. Masyarakat tidak akan meminum air sebelum mereka menyelesaikan ritual Wai Gere Lewo.

Menurut Warga Adat Adonara, air yang belum mereka sucikan dengan ritual dapat membawa malapetaka bagi diri sendiri maupun keluarga.

Masyarakat berkeyakinan bahwa mereka harus menghormati air yang merupakan jelmaan dari leluhur perempuan. Sehingga yang melakukan ritual adat ini tentu saja adalah kaum perempuan.

Menurut masyarakat Adonara, air dan perempuan merupakan sesuatu yang wajib mereka jaga dan lindungi. Hal ini karena perempuan mereka anggap sebagai sumber kehidupan.

Ritual Bau Lolon Adonara merupakan ritual sakral sebagai simbol peresmian air minum. Dalam ritual ini delapan perempuan akan mengelilingi pipa yang berisi air dengan menggunakan sarung adat. Kemudian, guci dari tanah liat mereka letakan di atas kepala mereka.

Setelah itu, kepala suku menyelesaikan ritual Bau Lolon dan para perempuan duduk bersilah dengan menghadap ke pipa air. Saat ritual ini suara menjadi hening.

Satu perempuan maju bersilah dan bersujud sambil mengeluarkan sirih pinang dan juga sarung adat yang sejak awal sudah mereka siapkan. Perempuan itu kemudian akan mengalungkan sarung tersebut di atas pipa air yang terdapat aliran air.

Bau Lolon
Ritual Bau Lolon di Pulau Adonara. INT

Setelah selesai mengalungkan sarung adat ke pipa, maka sirih pinang mereka letakkan tepat di bawah pipa air yang sedang mengalir. Ketika itu terjadi, mulailah sekelompok orang menabuh gong gendang.

Baca Juga :  Posuno, Tempat Mengasingkan Perempuan Hamil Suku Nuaulu
- Advertisement -

Setelah selesai ritual sakral Bau Lolon, selanjutnya para perempuan tersebut mengisi guci yang mereka bawa dengan air. Awal prosesi ini dengan iringan tarian adat dan bunyi gong gendang.

Ribuan warga desan dan juga tarian-tarian mengiringi delapan perempuan yang sedang menjunjung guci yang telah terisi dengan air. Saat berada di rumah adat kepala kampung maka prosesi perarakan air telah berhenti.

Di bagian sudut rumah adat terdapat guci yang berukuran besar. Guci tersebut akan mereka isi dengan air yang dibawa oleh para perempuan.

Sseluruh masyarakat desa akan melakukan pesta adat setelah usainya ritual adat Bau Lolon. Masyarakat sudah bisa menggunakan air yang telah diresmikan dengan ritual adat untuk kegiatan sehari-hari.

Jika Anda telah memahami proses dari ritual Bau Lolon ini maka Anda akan menemukan sebuah amanah yang terkandung di dalamnya.

Yaitu melestarikan air oleh masyarakat Adonara seperti menjaga seorang perempuan yang tak lain adalah ibu dan saudarinya. Ibu dan saudari perempuan merupakan sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup yang harus dijaga.

Nah bagaimana? Tentu saja Anda sudah tahu kan mengenai ritual menyambut air oleh masyarakat Pulau Adonara ini. Semoga dapat menambah wawasan Anda.

Mau lihat keindahan Indonesia lainnya?
Yuk tekan tombolnya!

Bagikan

Yuk, sama-sama mengenalkan potensi keindahan Indonesia

BACA JUGA

- Advertisement -