Suasana Romantis di Cafe Maitulisee Tonggurambang

Rasanya manis sekali. Mataku masih tertuju pada waiter cafe yang menawan aduhai. Berharap mereka akan menghapus mimpi burukku malam kemarin. Namun sayang, rupanya mereka tidak menyukaiku. Sedihnya gua!

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Tepatnya di Desa Tonggurambang, bertambah lagi satu aset yang bernilai. Sebuah tempat tongkrongan malam selepas siang sibuk bekerja keras. Elegan, redakan badan, relaksasi urat syaraf. Dan malam ini sejuk hanya sedikit bintang dilangit. Bulan terang, hawa dingin di lahan luas tak berdinding. Irama musik anggukan kepala. Jangkrik juga ingin bernyanyi, namun sayang tempat ini tidak diizinkan untuk mereka.

Rasanya manis sekali. Mataku masih tertuju pada waiter cafe yang menawan aduhai. Berharap mereka akan menghapus mimpi burukku malam kemarin. Namun sayang, rupanya mereka tidak menyukaiku. Sedihnya gua! 

Foto : DI-Waiters Cafe Maitulisee

Namanya Mai Tuli Se’e si Cafe cantik seperti sang pemilik. Dalam bahasa Mbay, Mai Tuli Se’e berarti Ayo kemari Singgah di sini. Sebuah kalimat ajakan lembut kepada semua kalangan. Datang, duduk santai, memesan makanan, memesan minuman untuk dinikmati bersama sahabat, keluarga, pacar ataupun kolega. Tentunya menu yang disajikan sangat memuaskan.

- Advertisement -

Mai Tuli Se’e sebuah cafe bercirikhas outdor dengan konsep Instagramable metropolitan, sederhana dan menarik. Seperti waiter yang sederhana namun sampai menembus jantung hatiku. 

Cafe Maitulisee
Foto Bersama Bapak Ahmad Yohan Anggota DPRI di cafe maitulisee.

Walaupun Mai Tuli Se’e baru saja dibuka, bukan berarti cafe ini tidak ramai pengunjung. Suasana malam yang nyaman. Menu yang bersahabat mulai digemari khususnya bagi kaum milenial. Tidak hanya itu, Ahmad Yohan Anggota DPRI Komisi XI pun perna berkunjung ke Cafe ini.

Cafe Maitulisee
Menikmati suasana Cafe Maitulisee

Fasilitas

Tentang cafe bukan hanya tentang menu yang lezat, harga yang terjangkau, suasana yang nyaman, juga tidak lupa si waiter yang cantik-cintik itu. Dengan tujuan menarik banyak pengunjung datang ke cafe ini dan tidak mengganggu arus kendaraan lainnya.

- Advertisement -
Cafe Maitulisee
Toilet yang bersih dan nyaman bagi pengunjung.

Pihak Cafe juga mempersiapkan lahan parkiran yang luas. Toilet dua kamar tanpa registrasi. Yang memiliki bakat bernyanyi, silahkan, mik dan salon juga sudah disiapkan untuk berkaraoke.

Baca Juga :  Pantai Pasir Putih Dai Dewa, Surga Tersembunyi di Nagekeo

Waktu Yang Pas Untuk Berkunjung

Cafe Maitulisee
Suasana malam hari yang nyaman

Walaupun dataran ini penghasil padi, ternak, buah buahan, garam dan air yang melimpah. Mbay masih tetap sama daerah panas menyengat mengernyitkan dahi. Rekomendasi untuk anda saat ingin berkunjung ke cafe ini adalah sore hari atau malam hari. Sekaligus melihat keindahan sunset di balik Bukit Watundoa.

Cafe Maitulisee
Suasana menjelang Magrib

Daftar Menu & Harga

Makanan

  • Bakso 15 – 25.000
  • Soto Ayam 15.000
  • Sop Sapi 15.000
  • Ayam Betutu 100.
  • Ayam Plecing 25.000
  • Bebek Plecing 30.000
  • Plecing Kangkung 10.000
  • Ayam/Bebek Bakar
  • Aneka Seafood (Jumat, Sabtu, Minggu)

Minuman

  • Kopi 5.000 /7.000
  • Teh 5.000
  • Jus Wortel 10.000
  • Jus Apel 10.000
  • Jus Semangka 10.000
  • Jus Buah Naga 10.000
  • Jus Buah Pisang 10.000
  • Pop Ice 7.000

Snack

  • Pisang Keju 13.000
  • Pisang Goreng 10.000
  • Singkong Goreng 10.000
  • Sukun Goreng 10.000
  • Sanwich 15.000
  • Pizza Rowar 15.000
  • Pentol Bakar 15.000
  • Jagung Bajar 15.000
  • Salad Buah 15.000

Selamat Menikmati….

- Advertisement -