Jayakatwang, seorang Bupati Gelang-gelang ingin balas dendam ke Kertanegara gara-gara Luhur Kertanegara yaitu Ken Arok yang meruntuhkan Kerajaan Kediri. Jayakatwang adalah keturunan dari Raja Kertajaya dari Kerajaan Kediri yang dulu dikalahkan Ken Arok.
Sebenarnya, sejarah kerajaan zaman dulu memang tidak perna Lepas dari balas membalas dendam. Si A ngalahin si B kemudian keturunan dendam ke keturunan si A kalau keturunan si A dendam lagi ke si B dan seterusnya
Jayakatwang yang ingin balas dendam ke Raja Kertanegara mencari strategi buat ngalahin Kertanegara soalnya saat itu Kerajaan Singasari memiliki kekuatan yang sangat besar. Jayakatwang akhirnya menyerang Singasari dari arah utara.
Rencananya bocor dan raja Kertanegara tahu, dia pun memerintahkan menantunya yaitu Raden Wijaya buat menyerang pasukan pemberontak Jayakatwang. Raden Wijaya merupakan founding father atau pendiri dari kerajaan Majapahit nantinya.
Ayah Raden Wijaya bernama Lembu Tal yang merupakan Seorang Putra Mahisa Campaka dan cucu dari Mahisa Wong Ateleng putra Ken Dedes dengan Ken Arok, pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Singasari. menurut Kitab Negarakertagama Lembu tal adalah seorang Ksatria Yudha.
Menurut Prasasti Balawi (1305), Prasasti Sukamerta (1296), dan Kakawin Nagarakretagama, Raden Wijaya menikah dengan empat orang putri Kertanagara, raja terakhir Kerajaan Singhasari, yaitu Tribhuwaneswari, Narendraduhita, Jayendradewi, dan Gayatri.
Sedangkan menurut naskah pararaton Raden Wijaya hanya menikahi Dua Putri Kertanegara dan seorang putri dari Kerajaan Melayu yang bernama Dara peta.
Nah, kita balik ke rencana penyerangan Jayakatwang. Kekuatan pasukan Singasari pada saat itu nggak usah ditanya lagi m. Sebagai kerajaan besar tentu saja pasukan mereka sangat besar.
Pasukan Jayakatwang dengan mudahnya dikalahkan sama pasukan Singasari yang dipimpin sama Raden Wijaya. Tapi sayangnya itu cuma siasat dari Jayakatwang. Pasukan yang dikalahkan Raden Wijaya ternyata hanyalah umpan.
Penyerangan yang sesungguhnya baru dimulai. Jayakatwang yang tahu kalau Singasari kekurangan pasukan mulai menyerang ibukota Tumapel yang membuat pasukan Singasari kewalahan melawan pasukan dari jayakatwang yang telah menduduki istana kerajaan Singasari.
Dalam pertempuran itu, raja Kertanegara tewas dan balas dendam jayakatwang pun akhirnya terbalaskan. Kerajaan Singasari resmi berakhir dari Catatan sejarah nusantara. Pada tahun 1292 Raden Wijaya yang tahu kalau Singasari telah kalah melarikan diri bersama dengan pasukan yang tersisa ke dalam hutan di sekitar Sungai Brantas.
Dalam catatan lain disebutin kalau Raden Wijaya kabur ke Madura. Di sana Raden Wijaya ketemu dengan Arya wiraraja, Bupati Madura saat itu yang dulu juga pernah menjadi penasehat raja di Kerajaan Singasari.
Arya wiraraja menyarankan agar Raden Wijaya berpura-pura tunduk ke jayakatwang dan mengakui Kerajaan Kediri.
Singkat cerita Jayakatwang pun menerima Raden Wijaya dan Kemudian Raden Wijaya dikasih hadiah sebuah wilayah di hutan tarik. Di hutan itu ternyata ada banyak tumbuh buah maja. Ketika salah satu bawahan Raden Wijaya makan buah itu ternyata rasanya pahit.
Akhirnya Raden Wijaya namain daerah tersebut dengan nama Majapahit. Sesimpel itulah penamaan Majapahit. Lama-kelamaan daerah itu berkembang sedikit demi sedikit tapi Raden Wijaya itu masih kepikiran Gimana caranya buat balas dendam ke Jayakatwang.
Kalian masih ingat tadi kan bangsa Mongol pengen balas dendam ya Ke Raja Kertanegara yang udah permaluin utusan kubilai kan. Bangsa Mongol pun tiba di Pulau Jawa tepatnya di Surabaya sekitar tahun 1293. Mereka datang dengan sekitar 20 ribu pasukan dan belasan kapal perang Besar tapi masalahnya Kertanegara sudah wafat setahun Sebelumnya.
Kedatangan bangsa Mongol ini dimanfaatkan sama Raden Wijaya buat bales dalam ke jayakatwang lalu dikirimlah utusan ke bangsa Mongol yang udah tiba untuk mengajak mereka kerjasama dengan Raden Wijaya Raden Wijaya bilang ke pemimpin pasukan Mongol ini bahwa Raden Wijaya ini adalah calon raja yang sah dari Kerajaan Singasari.
Dan apabila pasukan Mongol bersedia buat membantu Raden Wijaya buat mengalahkan Kerajaan Kediri maka Raden Wijaya menjadi raja dia akan tunduk kepada dinasti Yuan dan bersedia membayar upeti. Pasukan Mongol pun setuju buat ngebantu Raden Wijaya.
Pasukan Mongol kemudian menuju ke Majapahit dan lanjut ke Daha yang kemudian sekarang dikenal sebagai Kediri. kerjasama itu pun berhasil dan Raden Wijaya Akhirnya bisa mengalahkan jayakatwang. karena udah berhasil bantuin Raden Wijaya dalam mengalahkan jayakatwang Akhirnya pasukan Mongol pun menagih berjanji Raden Wijaya
Air Raden Wijaya tuh punya rencana lain ternyata dia nggak mau dong Jadi Raja boneka dari Khabila Khan, Raden Wijaya pengen ngikutin jejak mertuanya Raja Kertanegara yang dulu tuh nggak mau tunduk sama Kerajaan luar.
Raden Wijaya pun bilang ke pasukan Mongol bahwa upeti tersebut tuh ada di Majapahit Akhirnya pasukan Mongol tersebut mengawal Raden Wijaya ke Majapahit yang gak diketahui sama pasukan Mongol ternyata Raden Wijaya Berencana untuk membunuh mereka.
Sesampai di Majapahit tiba-tiba pasukan Mongol ini di surgap dan dibunuh, sisa pasukan Mongol yang gak ikut ke Majapahit akhirnya milih pergi daripada harus melawan pasukan Raden Wijaya soalnya kan pasukan Mongol ini tuh udah capek karena perang melawan si pasukan jayakatwang dan melarikan diri ke Tiongkok dan gak balik-balik lagi Lagian.
Pada saat itu dinasti Yuan tuh juga sibuk dengan pemberontakan-pemberontakan yang ada di daerah kekuasaannya dan akhirnya setelah berhasil ngalahin jayakatwang dan mengusir pasukan Mongol, Raden Wijaya secara resmi mendeklarasikan pendirian Kerajaan Majapahit.