Sejarah Kerajaan Majapahit, Awal Berdiri, Masa Kejayaan dan Keruntuhan

Majapahit merupakan salah satu kerajaan Hindu Budha terakhir yang berada di Nusantara dan eksis pada abad sekitar 13-16.

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Dalam sejarahnya, Majapahit  dianggap sebagai salah satu dari kerajaan terbesar dengan wilayah yang mencakup hampir seluruh Nusantara.

Kisah kerajaan ini bisa dibilang diwarnai banyak drama yang mungkin lebih seru daripada series Game of Thrones atau House of Dragons.

Lalu bagaimana kerajaan ini berdiri jadi kerajaan besar di masa Hayam Wuruk sampai jatuhnya kerajaan terbesar ini.

- Advertisement -

Alasan Kenapa Kerajaan Majapahit berdiri

Sejarah awal kerajaan Majapahit dimulai pada zaman kekuasaan Kerajaan Singasari atau Singosari. Singasari didirikan oleh Ken Arok yang dalam berbagai catatan adalah rakyat jelata, kasar, rendah sampai akhirnya berhasil mendirikan kerajaan besar bernama Singasari.

Nah, soal apakah Ken Arok benar dari kalangan rakyat bawah memang masih diperdebatkan, ada yang berpendapat kalau tidak mungkin seorang dari kasta bahwa bisa jadi pemimpin dalam masyarakat yang saat itu menganut kasta sosial, tapi artikel ini tidak akan membahas itu sekarang sih.

Nah, Ken Arok mendirikan kerajaan Tumapel tahun 1222. Dalam Kitab Negarakertagama yang ditulis Mpu Prapanca di abad ke-14 dituliskan bahwa, yang mendirikan kerajaan Tumapel adalah Sri Rangga Rajasa Batara Sang Amurwabhumi yang dijuluki Batara Siwa.

- Advertisement -

Dalam kitab Pararaton peninggalan Kerajaan Majapahit, dijelaskan bila Ken Arok punya julukan bahterasiwa. Kerajaan Tumapel saat itu masih kecil dan merupakan bagian kekuasaan dari Kerajaan Kediri.

Ken Arok kemudian memberontak ke Kerajaan Kediri yang saat itu dipimpin Raja Kertajaya atau Paduka Sri Maharaja Sri Sarweswara Triwikramawatara Anindita Srenggalancana Digjaya Uttunggadewa.

Pertempuran itu dikenal dengan pertempuran genter yang terjadi tahun 1222. Kerajaan Tumapel yang dipimpin Ken Arok menang melawan Kediri dan dari situ dimulailah kisah kerajaan Tumapel yang kemudian dikenal sebagai kerajaan Singasari.

- Advertisement -
Baca Juga :  Sejarah Masjid Kuno Gunung Pujut, Peninggalan Abad ke-17

Kerajaan Singasari mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan raja Kertanegara  atau pāduka Śrī Mahārājādhirāja Kṛtanagara Wikrama Dharmmottunggadewa yang berkuasa tahun 1268 setelah kematian ayahnya Raja Wisnuwardhana atau Jayawisnuwardhana.

Saat Kertanegara diangkat menjadi raja atau putra mahkota tahun 1253 yang merupakan ayah Kertanegara sekaligus Raja Surapel, saat itulah baginda raja mengganti nama ibukota Tumapel dari kutaraja menjadi Singasari.

Lama-kelamaan nama ibukotanya ini lebih terkenal daripada nama kerajaannya makanya orang-orang menyebut kerajaan itu Kerajaan Singasari daripada kerajaan Tumapel.

Kerajaan Singasari di bawah pemerintahan raja Kertanegara berkembang menjadi kerajaan besar dengan daerah kekuasaan meliputi setengah pulau Jawa, sebagian Sumatera, sebagian daerah Kalimantan, sebagian daerah Sulawesi Selatan sampai ke Maluku hingga ke kawasan Selat Malaka yang saat itu merupakan jalur yang sangat penting dalam perdagangan dunia.

Dalam sejarahnya, Singasari berkembang jadi kerajaan Hindu Budha terbesar di nusantara pada saat itu. Di belahan benua lain, pada masa Dinasti Yudha yang punya ambisi menguasai lebih banyak wilayah di kawasan Asia.

Kerajaan Singasari yang waktu itu menguasai salat Malaka tidak luput dari incaran bangsa Mongol yang saat itu dipimpin oleh Kubilai Khan. Perlu diketahui,  selat Malaka merupakan jalur penting perdagangan dari Barat ke Timur dan begitu pula sebaliknya.

Singkat cerita diutuslah delegasi dari dinasti Yuan ke Kerajaan Singasari untuk memberitahu kalau Kubilai khan  ingin jadikan Singasari negara bawahan dari dinasti Yuan dan  Singasari juga harus membayar upeti ke Kubilai Khan. Utusan Kubilai Khan datang ke Singasari beberapa kali diantaranya tahun 1280, 1281, 1286 dan 1289.

Raja Kertanegara pun marah besar karena kerajaan yang dibesarkannya dengan susah paya disuru tunduk.  Sewaktu utusan dari Tiongkok datang tahun 1289, disebutin kalau Raja Kertanegara  menolak tunduk pada kekaisaran Mongol dan tidak cuman itu, Raja Kertanegara yang kesal motong telinga utusan itu dan suruh balik ke Tiongkok buat sampaiin pesan itu ke Kubilai Khan.

Baca Juga :  Benteng Ranu Hitu, Benteng 7 Lapis yang Mistis

Kubilai khan pun marah dan akhirnya menyiapkan pasukan untuk menyerang Kerajaan Singasari.  Tapi saat itu raja Kertanegara punya hal yang lebih mendesak dibandingkan mengkhawatirkan serangan dari bangsa Mongol.

- Advertisement -