Istana Dalam Loka, Arsitekturnya Menyimbolkan Syariat Islam

Bangunan yang luasnya mencapai luas 696,98 m2 ini berdiri dengan ditopang oleh 99 tiang yang melambangkan 99 sifat Allah (asmaulhusna) dalam ajaran Agama Islam.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Istana Dalam Loka merupakan tempat wisata menarik di Sumbawa NTB yang rekomended untuk anda kunjungi guna berlibur. Nikmati libur akhir pekan menyenangkan bersama keluarga tersayang di Sumba dengan explore destinasi wisata terbaiknya salah satunya destinasi sejarah. Bangunan dengan sajian arsitektur khas Sumba NTB bisa anda saksikan keindahannya dari Istana Dalam Loka.

Tempat penuh sejarah dengan  bangunan klasik khas Sumba satu ini menjadi salah satu cagar budaya yang dilindungi. Bangunan kuno bekas kerajaan Sumbawa satu ini sekarang dialih fungsikan menjadi museum dan cagar budaya Nusa Tenggara Barat. Jika anda ke Sumbawa tak akan lengkap ketika anda tidak meluangkan waktu terbaik untuk explore keindahan Istana Dalam Loka.

Sejarah Dalam Loka 

Loka atau istana Sumbawa ini merupakan peninggalan sejarah dari kerajaan Sumbawa. Istana Dalam Loka dibangun pada tahun 1885 oleh Sultan Muhammad Jalalludin III (1983-1931). Untuk menggantikan bangunan-bangunan istana yang telah dibangun di tanah tersebut sebelumnya karena telah lapuk dimakan usia bahkan hangus terbakar.

Istana-istana itu diantaranya Istana Bala Balong, Istana Bala Sawo dan Istana Gunung Setia. Rumah adat Dalam Loka merupakan desain asli rumah kediaman raja-raja Sumbawa. Kuatnya pengaruh budaya Islam yang masuk di wilayah ini pada masa itu telah membuat hampir seluruh aspek adat dan kesukuan masyarakat Sumbawa larut dalam nilai-nilai syariah Islam.

Rumah Adat Dalam Loka berbentuk rumah panggung dengan luas bangunan 904 M2. Istana Dalam Loka terlihat sangat megah. Istana yang dibangun dengan bahan kayu ini memiliki filosofi “adat berentikosyara, syarabarentiko kitabullah”, yang berarti semua aturan adat istiadat maupun nilai-nilai dalam sendi kehidupan tau Samawa (masyarakat Sumbawa) harus bersemangatkan pada syariat Islam.

Baca Juga :  Ritual Tiwah, Ritual Menuju Surga Suku Dayak Ngaju

Arti Dalam Loka  

Dalam Loka sendiri berasal dari 2 kata dalam bahasa Sumbawa, yakni kata “Dalam” yang memiliki arti istana atau rumah yang ada di dalam istana dan “Loka” yang memiliki arti dunia atau juga tempat. Penamaan tersebut sesuai dengan fungsi rumah adat ini yang memang digunakan untuk pusat pemerintahan dan kediaman raja-raja Sumbawa pada masa silam.

Sehingga dapat disimpulkan pengertian Dalam Loka merupakan istana atau tempat hunian raja. Namun, penggunaan rumah adat Dalam Loka saat ini difungsikan untuk menyimpan benda atau artifak bersejarah milik Kabupaten Sumbawa.

Sruktur dan Arsitektur Rumah 

Rumah adat Sumbawa ini memiliki desain yang cukup besar. Bangunan yang luasnya mencapai luas 696,98 m2 ini berdiri dengan ditopang oleh 99 tiang yang melambangkan 99 sifat Allah (asmaulhusna) dalam ajaran Agama Islam.

Istana Dalam Loka
Istana Dalam Loka. Kompasiana

Bangunan dalam loka menghadap ke selatan atau tepatnya ke arah Bukit Sampar dan alun-alun kota. Ketika memasuki rumah ini terdapat ukiran khas daerah pulau Sumbawa yang disebut Lonto Engal. Ukiran khas Pulau Sumbawa ini biasanya motif bunga dan juga motif daun-daunan.

Rumah adat dalam loka samawa hanya memiliki satu pintu akses yang besar untuk masuk dan keluar. Untuk masuk bisa melewati tangga depan yang dimiliki Dalam Loka tidak seperti tangga pada umumnya. Tangga tersebut berupa lantai kayu yang dimiringkan hingga menyentuh tanah dan lantai kayu tersebut ditempeli oleh potongan kayu sebagai penahan pijakan.

Umumnya bahan utama Dalam Loka semua kayu Jati. Tiang-tiang penyangga mampu menopang tegaknya rumah yang terbagi menjadi 2 ukuran sama besar (kembar) yang bernama Bala Rea atau Graha Besar. Dalam Graha Besar ini ada beberapa ruangan yang dipisahkan dinding penyekat sesuai dengan fungsi dan namanya masing-masing, yaitu:

Baca Juga :  Gereja Fanorotodo, Saksi Bisu Jejak Kristen Protestan di Nias

Lunyuk Agung terletak di bagian depan bangunan berfungsi sebagai tempat musyawarah, resepsi, atau acara pertemuan adat dan keagamaan.

Lunyuk Mas terletak di sebelah Lunyuk Agung berfungsi sebagai ruangan khusus permaisuri, istri-istri menteri, dan staf penting kerajaan saat dilangsungkan upacara adat.

Ruang Dalam yang terletak di sebelah barat. Ada yang hanya disekat oleh kelambu dan berfungsi sebagai tempat shalat, dan di sebelah utaranya merupakan kamar tidur dayang-dayang dan permaisuri.

Ruang Dalam yang terletak di sebelah timur terdiri dari empat kamar. Kamar-kamar ini diperuntukan bagi putra/putri raja yang sudah menikah.

Mau lihat keindahan Indonesia lainnya?
Yuk tekan tombolnya!

Bagikan

[gs-fb-comments]

BACA JUGA

- Advertisement -