Festival Budaya Saijaan Kotabaru: Makna, Hikayat, dan Tradisi Bajau

Ada alasan mengapa laut menjadi begitu penting dalam Festival Budaya Saijaan. Bagi masyarakat pesisir, laut membentuk lebih dari sekadar lanskap.

Nagekeo yang Tak Banyak Orang Tahu, Temukan di Edisi Spesial Ini!

Temukan kekayaan budaya, adat istiadat, sejarah, wisata, dan kuliner khas Nagekeo melalui Majalah Digital Dimensi Indonesia. Dikemas secara menarik dengan pendekatan ilmiah yang ringan.
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia! Selengkapnya
X

Di Indonesia, masyarakat Bajau tersebar antara lain di sejumlah wilayah Sulawesi dan Kalimantan.

Masyarakat Bajau di Kotabaru kini telah hidup menetap di Desa Rampa dan tidak lagi sepenuhnya menggantungkan kehidupan pada laut. Namun, kedekatan dengan lingkungan bahari tetap menjadi bagian penting dari identitas mereka.

Hubungan tersebut salah satunya tercermin dalam Selamatan Leut, upacara adat yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Saijaan.

- Advertisement -

Selamatan Leut merupakan bentuk penghormatan dan ungkapan syukur atas hasil laut yang diperoleh masyarakat selama satu tahun terakhir. Prosesi ini memperlihatkan bahwa bagi masyarakat pesisir, laut bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial dan budaya.

Tradisi semacam ini memperlihatkan bagaimana hubungan manusia dan laut tidak selalu diwujudkan melalui aktivitas menangkap ikan atau mencari penghidupan. Hubungan tersebut juga hadir dalam ritual, doa, rasa syukur, serta cara masyarakat memaknai lingkungan tempat mereka hidup.

Festival yang Merangkum Budaya Pesisir

Gagasan tentang kebersamaan itulah yang kemudian dibawa Festival Budaya Saijaan ke ruang publik yang lebih luas.

- Advertisement -

Penyelenggaraan FBS 2026 bukan hanya ditujukan untuk mempertahankan budaya Bajau Samah. Festival ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kebudayaan lokal sebagai daya tarik wisata budaya Kotabaru. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian expo dalam peringatan Hari Jadi Kotabaru ke-76.

Berbagai kegiatan dirangkai dalam festival, mulai dari pawai budaya, gelar seni, pameran budaya, bazar ekonomi kreatif dan UMKM, parade lagu Banjar, lomba drum band, lomba musik, hingga fashion karnaval yang menggunakan bahan-bahan bekas.

Pesertanya pun berasal dari berbagai kelompok masyarakat. Lomba drum band, misalnya, melibatkan pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat. Pawai budaya juga terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

- Advertisement -
Baca Juga :  Hamis Batar, Warisan Leluhur Masyarakat Belu dan Malaka

Konsep tersebut meneruskan karakter Festival Budaya Saijaan pada penyelenggaraan sebelumnya yang melibatkan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, bahkan dari luar provinsi.

Dengan demikian, festival ini bekerja seperti sebuah ruang pertemuan. Berbagai tradisi yang tumbuh di wilayah pesisir dibawa ke satu tempat, kemudian diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

Laut sebagai Ruang Kebudayaan

Ada alasan mengapa laut menjadi begitu penting dalam Festival Budaya Saijaan. Bagi masyarakat pesisir, laut membentuk lebih dari sekadar lanskap. Ia menentukan cara manusia mencari penghidupan, membangun permukiman, menciptakan tradisi, hingga memahami hubungan mereka dengan alam.

Di Kotabaru, jejak hubungan tersebut dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat Bajau Samah, ritual Selamatan Leut, hingga cerita rakyat tentang Datu Mabrur dan Raja Ikan Todak.

Semua unsur itu kemudian bertemu dalam satu gagasan: hidup bersama dalam keberagaman.

Festival Budaya Saijaan pada akhirnya bukan sekadar perayaan tahunan. Ia menjadi cara masyarakat Kotabaru mengingat kembali akar budayanya sekaligus memperkenalkannya kepada dunia yang lebih luas.

Dari tepian Siring Laut, pesan tersebut kembali mengemuka: keragaman budaya pesisir bukanlah sesuatu yang memisahkan masyarakat. Justru dari keberagaman itulah lahir semangat seiya, sekata, sejalan, dan setujuan—nilai yang dirangkum dalam satu nama: Saijaan.

- Advertisement -

Majalah Dimensi Indonesia:
Edisi Nagekeo

Temukan kekayaan budaya, adat istiadat, sejarah, wisata, dan kuliner khas Nagekeo melalui Majalah Digital Dimensi Indonesia. Dikemas secara menarik dengan pendekatan ilmiah yang ringan.

Unduh majalah