Cerita Asal Usul Kue Bulan, Legenda dan Sejarah Panjangnya

Menurut Catatan sejarah, kue bulan muncul pada zaman akhir dinasti Yuan tahun 1271 sampai 1368.

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

. Mid-Autumn Festival atau yang sering dikenal dengan sebutan Festival Kue Bulan atau Moon Festival atau Zhongqiu Festival. Festival ini dirayakan pada hari ke lima belas bulan ke delapan pada penanggalan China. Di Indonesia sendiri Moon Festival dirayakan oleh warga keturunan Tiong Hoa. Lalu bagaimana sih asal usul kue bulan?

Nah, tradisi ini telah berlangsung selama lebih dari 3000 tahun. Di zaman dulu, ada mitos kenapa festifak Festival Kue Bulan atau Moon Festival atau Zhongqiu Festival dirayain. Selain kerena mitos juga ada sejarah panjang Kenapa harus dirayakan dengan makan kue bulan.

Asal Usul Kue Bulan

Pemberontakan Terhadap Mongol

Tahu enggak kalau tradisi makan kue bulan berkaitan dengan Kaisar hongwu atau to Yuan Chang berdirinya Dinasti Ming. Menurut Catatan sejarah, kue bulan muncul pada zaman akhir dinasti Yuan tahun 1271 sampai 1368.

- Advertisement -

Pada saat Tiongkok dikuasai Mongol, orang-orang disiksa. Pemerintah saat itu kejam dan akhirnya memicu pemberontakan nasional yang dipimpin sama Cuy Wancan. Cuy wancan saat ini merencanak pemberontakannya di malam festival pertengahan musim gugur.

Tapi sayangnya sangat sulit memberitahukan informasi pemberontakan kepada pendukungnya karena terus diserang pasukan pemerintahan. Akhirnya penasehatnya, leeuwen menyebarkan gosip soal sebuah penyakit yang cuma bisa sembuh kalau makan kue bulan yang sudah dipersiapkan khusus.

Dalam kue khusus itu telah disisipkan catatan yang isinya tanggal pemberontakan dimulai. kue bulan khusus itu dikirim ke pasukan pendukungnya. Mereka juga menyebarkan pesan ke rakyat supaya ikut mendukung pemberontakan untuk menggulingkan penguasa Mongol.

- Advertisement -

Taktik itu sukses. Para pemberontak berhasil merebut ibukota dinasti Yuan yang saat ini Beijing. Dan dimulailah pemerintahan Dinasti Ming tahun 1368 sampai 1644. Dari sinilah dimulainya kebiasaan makan kue bulan buat dalam festival pertengahan musim gugur.

Baca Juga :  Bubur Pedas Pontianak, Makanan Khusus Para Raja

Mitos

Konon, dahulu Bumi memiliki sepuluh matahari. Kesepulu matahari ini secara bergantian menyinari bumi. Namun suatu hari, sepupuh matahari terbit secara bersamaan yang mengakibatkan kekeringan dan kelaparan. Seorang ahli panah bernama Hou Yi kemudian muncul lalu memanah  sembilan matahari dan hanya menyisahkan satu saja.

Rakyat kemudian memujanya dan menjadikannya sebagai seorang raja. Seperti cerita kerajaan pada umumnya, seseorang dengan mudah terlena dengan kekuasaan. Hou Yi ingin hidup abadi dan menjadi raja selamanya. Dia mencari obat untuk mewujudkan keinginannya itu.

- Advertisement -

Sang permaisuri, Chang’e tak setuju karena Hou Yi memerintah dengan kejam. Dia pun melawan dan sang raja murka kepadanya. Chang’e kemudian membuat ramuan yang bisa membawanya pergi ke bulan untuk menghindari kejaran raja.

Berubah menjadi sosok yang abadi, Chang’e kemudian naik ke Istana Bulan, selamanya terpisah dari suaminya. Patah hati, Hou Yi kemudian menempatkan kue dan buah favorit Chang’e di depan bulan untuk mengenang istrinya.

Sejak itu, banyak orang mempersembahkan hadiah atau memberikan penghormatan kepada Chang’e pada hari ke-15 sesuai kalender lunar untuk mengingat jasanya. Kue bulan memiliki karakter di bagian atas sebagai simbol umur panjang atau harmoni. Umumnya ada pertanda pada kemasannya yang menunjukkan desain bulan, bunga Chang’e, dan kelinci.

- Advertisement -