Benteng Ranu Hitu, Benteng 7 Lapis yang Mistis

Ada satu kabupaten di NTT yang menyembunyikan sejarah yang indah. Kabupatan itu bernama Belu.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Belu dianugrahi daratan bukit pegunungan serta hutan hijau sejuk namun hanya punya curah hujan sedikit yang mempengaruhi pola hidup masyarakat Belu.

Sebuah desanya yang bernama Desa Dirun ternyata menyimpan benteng bersejarah yang jadi saksi kehebatan orang jaman dulu. Desa Dirun berada di dataran tinggi dengan seluas 14.400 ha dan dihuni 3.500 penduduk.

Benteng itu berada di bukit Makes, Desa Dirun, Lakmanen, Belu, NTT dan dikelilingi lapangan safana, yang ditumbuhi kaktus, rumput, dan pohon yang biasa hidup di lahan karst.

- Iklan -

Dari dusun Nuawa’in, benteng ini kira-kira berjarak ± 2 km atau 40 km dari Kota Atambua dengan waktu perjalanan ± 1,5 jam.

Dahulu, orang-orang Belu membangun pemukiman di daerah perbukitan yang dikelilingi oleh semak berduri dan batu karang. Mereka mendirikan rumah secara berkelompok didaerah itu agar aman dari gangguan orang atau binatang buas.

Rumah adat penduduk Belu diberi nama Lopo. Bentuknya seperti kapal terbalik, kadang juga ada yang membangunnya menyerupai gunung berapi.

- Iklan -

Sejarah Benteng Ranu Hitu/Makes atau Benteng 7 Lapis

Tidak banyak informasi tertulis mengenai Situs Benteng Ranu HItu/Makes yang dibukukan, data sejarah mengenai benteng ini lebih banyak diperoleh dari cerita tetua adat (makoan). Cerita mengenai Situs Benteng Indah itu kemudian diturunkan secara turun temurun melalui budaya lisan dari generasi ke generasi.

Dari cerita yang berkembang, sejarah pertama kabupaten belu dimulai dari kedatangan manusia pertama. Mereka adalah kelompok masyarakat dari suku Melus.

Benteng 7 Lapis
Meriam peninggalan Portugis yang ada di didalam benteng. INT

Mereka juga di sebutan “Emafatuk Oan Ema Ai Oan“, (manusia penghuni batu dan kayu). Karakter fisik seperti berpostur kekar, kuat dan bertubuh pendek. Semua para pendatang yang menghuni Belu berasal dari “Sina Mutin Malaka”.

- Iklan -
Baca Juga :  Pemandian Air Panas Mengeruda, Kolam "Bidadari" di Desa Mengeruda

Kabupaten Malaka adalah tanah asal-usul pendatang di Belu yang berlayar ke Timor melalui Larantuka. Kisah benteng Ranu HItu/Makes dimulai dari tiga bersaudara dari tanah Malaka yang datang dan tinggal di Belu, bercampur dengan suku asli Melus.

- Iklan -

Mau lihat keindahan Indonesia lainnya?
Yuk tekan tombolnya!

BAGIKAN