Tigel Bangka, Tarian Mistis yang Berawal dari Kebiasaan Parampok

Untuk penari tigel memang tidak sembarang orang, mereka harus siap melakukan ritual dan mengamalkan mantera jampi supaya dalam tubuh mereka memiliki kekuatan.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Tigel Bangka. Sebagaimana kita ketahui, Pulau Bangka merupakan pulau yang tidak berpenghuni dan belum memiliki nama sehingga menjadi pulau misteri. Bangka menurut penuturan mulut kemulut dari orang tua dahulu disebut sebagai Pulau bangkai.

Karena pada saat itu pulau Bangka adalah tempat pembuangan para penjahat atau pemberontak terhadap penguasa dan diyakini bahwa kalau dibuang ke pulau ini yakni tidak akan bisa bertahan hidup dan pasti akan mati menjadi bangkai. Sehingga orang lambat laun menyebut pulau tersebut dengan sebutan pulau Bangka.

Salah satu karya seninya adalah Tari Tigel. Tari Tigel Merupakan sebuah tarian lama yang nama tarian itu sendiri diambil dari bahasa seberang/sekak (sebuah pulau diluar pulau Bangka) yang artinya penipu, pemabuk dan segala hal yang bersifat negatif. Keyakinan orang-orang terdahulu bahwa orang yang pernah singgah atau belajar dari sekak pasti memiliki sihir dan kekuatan gaib. Oleh sebab itu tari ini mengandung unsur mistik dalam prosesnya.

Dalam perjalanan sebuah kelompok masyarakat secara sendirinya akan membentuk sebuah aktivitas kesenian dan kebudayaannya sendiri yang mereka anggap sebagai bentuk jati diri. Begitu juga dengan tarian tigel yang terbentuk dari kebiasaaan kelompok sehingga tertuang juga dalam aktivitas berkesenian mereka.

Tari tigel ini masuk dari Wilayah pesisir desa Sebagin kemudian menvebar ke wilayah desa Rajik/Permis dibawa oleh kelompok Lanon (orang-orang dari seberang).

Mereka biasanya berhenti dan menetap sementara diwilayah tersebut. Ketika menepi dan menetap sementara biasanya mereka membawa barang atau harta rampasan dari kapal-kapal asing yang meraka jarah. Untuk merayakannya mereka mengadakan pesta dan hiburan semalam suntuk.

Terbentuknya tari tigel ini memang didasari atas kebiasaan para lanon perompak dulu yang selalu melakukan pesta dan hiburan pada saat-saat tertentu. Untuk prosesnya mereka membuat perkumpulan yang memang khusus untuk pemain dan penari tigel.

Baca Juga :  Lompat Batu, Lambang Kedewasaan di Pulau Nias

Dalam tari tigel itu sendiri memang memiliki kekuatan mistis baik bagi penari maupun pemusiknya karena beberapa saat sebelum dimulai ada proses ritual yang harus dijalani agar tari tigel ini bisa dilakukan dengan penuh semangat dan lama.

Penari Tari Tigel Bangka

Pelaku Penari Pemain dalam Tari Tigel ini terdiri dari penari perempuan yang lingginya rata/sama dan hanya berjumlah 4 orang saja dengan menggunakan telekung (penutup kepala) dan kain panjang yang diselempangkan pada leher dan ujung kiri dan kanan dipegang pada ujung jari, sedang kan penari laki-laki bebas siapa saja dan tidak ada batasan-batasan tertentu mereka disebut sebagai Penumbuk.

- Advertisement -

Untuk penari tigel memang tidak sembarang orang, mereka harus siap melakukan ritual dan mengamalkan mantera jampi supaya dalam tubuh mereka memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menarikan tari tigel dan membuka aura kecantikan sehingga para penumbuk (penari laki-laki) dan penonton menjadi antusias.

Mau lihat keindahan Indonesia lainnya?
Yuk tekan tombolnya!

Bagikan

Yuk, sama-sama mengenalkan potensi keindahan Indonesia

BACA JUGA

- Advertisement -