Karhutla Picu Kekhawatiran Kesehatan, 12.702 Kasus ISPA Tercatat di Samarinda

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat sebanyak 12.702 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang Oktober 2026.

Nagekeo yang Tak Banyak Orang Tahu, Temukan di Edisi Spesial Ini!

Temukan kekayaan budaya, adat istiadat, sejarah, wisata, dan kuliner khas Nagekeo melalui Majalah Digital Dimensi Indonesia. Dikemas secara menarik dengan pendekatan ilmiah yang ringan.
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia! Selengkapnya
X

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat sebanyak 12.702 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang Oktober 2026.

Meski mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, angka tersebut masih menunjukkan tingginya gangguan kesehatan pernapasan di tengah ancaman kabut asap akibat karhutla.

Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, menjelaskan bahwa jumlah kasus ISPA mencapai puncaknya pada September 2026, yakni sebanyak 12.819 kasus. Pada Oktober, jumlahnya turun menjadi 12.702 kasus seiring mulai turunnya hujan di wilayah Kalimantan Timur.

- Advertisement -

Menurut Ismed, perubahan kualitas udara menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan kasus ISPA di Samarinda. Saat kebakaran meningkat dan kualitas udara memburuk, jumlah penderita gangguan pernapasan juga mengalami peningkatan.

Berdasarkan catatan Dinkes Samarinda, kasus ISPA menunjukkan kenaikan sejak pertengahan tahun. Pada Juli 2026 tercatat 8.610 kasus, kemudian meningkat menjadi 10.681 kasus pada Agustus. Jumlah tersebut kembali melonjak pada September sebelum sedikit menurun pada Oktober.

Penurunan kasus pada Oktober belum dapat diartikan bahwa ancaman ISPA telah berakhir. Kondisi udara yang dipengaruhi asap kebakaran masih berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama apabila karhutla kembali meluas.

- Advertisement -

Asap Karhutla dan Ancaman Kesehatan

Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan asap dapat menyebabkan batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, serta memperburuk kondisi orang yang memiliki penyakit pernapasan.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih besar.

- Advertisement -

Tingginya jumlah kasus ISPA juga menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran. Asap dapat menyebar ke wilayah lain dan memengaruhi kualitas udara di kawasan permukiman.

Baca Juga :  Kampung Adat Ola Dhawe: Sejarah Mesi Resi & Benteng Leluhur

Karena itu, penanganan karhutla perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain memadamkan kebakaran, pemerintah juga perlu memperkuat upaya pencegahan, pemantauan kualitas udara, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker saat harus beraktivitas di luar rumah juga dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikel asap.

Selain itu, masyarakat perlu memperhatikan kondisi kesehatan, terutama apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan pernapasan lainnya. Jika gejala semakin berat, pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan perlu segera dilakukan.

Kasus ISPA di Samarinda memperlihatkan bahwa persoalan karhutla memiliki dampak yang luas. Kerusakan lingkungan, penurunan kualitas udara, hingga meningkatnya gangguan kesehatan menjadi rangkaian persoalan yang tidak dapat dipisahkan.

Dengan demikian, upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan bukan hanya penting untuk menjaga lingkungan, tetapi juga untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

- Advertisement -

Majalah Dimensi Indonesia:
Edisi Nagekeo

Temukan kekayaan budaya, adat istiadat, sejarah, wisata, dan kuliner khas Nagekeo melalui Majalah Digital Dimensi Indonesia. Dikemas secara menarik dengan pendekatan ilmiah yang ringan.

Unduh majalah