Harmoni Dua Keyakinan di Tanah Jawa Timur
Lihat postingan ini di Instagram
Di Malang, Candi Jago berdiri sebagai simbol perpaduan Hindu dan Buddha. Nama aslinya, Jajaghu, berarti “kejayaan”—sebuah penghormatan bagi Raja Wisnuwardhana.
Relief Kunjarakarna dan Pancatantra menghiasi dindingnya, menghadirkan kisah-kisah moral dalam ukiran yang halus. Di sini, sejarah tak hanya dilihat, tapi juga “dibaca” melalui batu.
Permata Sunyi di Dekat Prambanan
Lihat postingan ini di Instagram
Hanya beberapa kilometer dari Prambanan, berdiri Candi Kalasan—candi Buddha yang kerap luput dari perhatian wisatawan.
Dengan sekitar 52 stupa dan ukiran detail berupa arca Buddha serta ornamen unik seperti Gana, Kalasan menghadirkan keindahan yang lebih intim. Ia tidak megah secara ukuran, tetapi kaya dalam detail.
Merah Bata dan Jejak Majapahit
Lihat postingan ini di Instagram
Di Mojokerto, Candi Brahu tampil berbeda dengan material bata merahnya. Candi ini diyakini sebagai bagian dari pusat Kerajaan Majapahit.
Konon, Brahu pernah digunakan sebagai tempat pembakaran jenazah raja. Kini, ia berdiri tenang di tengah hamparan hijau—menjadi pengingat bahwa kejayaan besar pun pada akhirnya kembali ke tanah.
Situs Sunyi di Tengah Hutan
Lihat postingan ini di Instagram
Bagi pencari ketenangan, Situs Arca Gupolo menawarkan pengalaman berbeda. Terletak di tengah hutan, situs ini terdiri dari tujuh arca, termasuk arca Agastya.
Suara gemericik mata air yang tak pernah kering menambah suasana damai. Dari sini, perjalanan bisa dilanjutkan ke candi-candi terdekat seperti Candi Ijo dan Candi Barong—membentuk jalur wisata sejarah yang tersembunyi.


