Candi-candi Indonesia, Jejak Sunyi di Negeri Para Dewa

Menjelajahi Candi-Candi Nusantara, dari Kabut Dataran Tinggi hingga Hutan Sunyi yang Menyimpan Cerita

Nagekeo yang Tak Banyak Orang Tahu, Temukan di Edisi Spesial Ini!

Temukan kekayaan budaya, adat istiadat, sejarah, wisata, dan kuliner khas Nagekeo melalui Majalah Digital Dimensi Indonesia. Dikemas secara menarik dengan pendekatan ilmiah yang ringan.
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia! Selengkapnya
X

Harmoni Dua Keyakinan di Tanah Jawa Timur

Di Malang, Candi Jago berdiri sebagai simbol perpaduan Hindu dan Buddha. Nama aslinya, Jajaghu, berarti “kejayaan”—sebuah penghormatan bagi Raja Wisnuwardhana.

Relief Kunjarakarna dan Pancatantra menghiasi dindingnya, menghadirkan kisah-kisah moral dalam ukiran yang halus. Di sini, sejarah tak hanya dilihat, tapi juga “dibaca” melalui batu.

Permata Sunyi di Dekat Prambanan

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Sarip Styles (@saripstyles)

- Advertisement -


Hanya beberapa kilometer dari Prambanan, berdiri Candi Kalasan—candi Buddha yang kerap luput dari perhatian wisatawan.

Dengan sekitar 52 stupa dan ukiran detail berupa arca Buddha serta ornamen unik seperti Gana, Kalasan menghadirkan keindahan yang lebih intim. Ia tidak megah secara ukuran, tetapi kaya dalam detail.

Merah Bata dan Jejak Majapahit

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh ichsanenha (@ichsanenha)

- Advertisement -

Di Mojokerto, Candi Brahu tampil berbeda dengan material bata merahnya. Candi ini diyakini sebagai bagian dari pusat Kerajaan Majapahit.

Konon, Brahu pernah digunakan sebagai tempat pembakaran jenazah raja. Kini, ia berdiri tenang di tengah hamparan hijau—menjadi pengingat bahwa kejayaan besar pun pada akhirnya kembali ke tanah.

Situs Sunyi di Tengah Hutan

- Advertisement -

Bagi pencari ketenangan, Situs Arca Gupolo menawarkan pengalaman berbeda. Terletak di tengah hutan, situs ini terdiri dari tujuh arca, termasuk arca Agastya.

Suara gemericik mata air yang tak pernah kering menambah suasana damai. Dari sini, perjalanan bisa dilanjutkan ke candi-candi terdekat seperti Candi Ijo dan Candi Barong—membentuk jalur wisata sejarah yang tersembunyi.

Baca Juga :  Sureq La Galigo II : Asal Mula Tanaman Padi dan Keturunan Batara Guru