Air Terjun Kandawu Ndawuna, Permata Tersembunyi di Hutan Buton

Air terjun ini berada di Desa Waondo Wolio, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Lokasinya tidak berada di jalur wisata utama, sehingga untuk mencapainya dibutuhkan sedikit usaha dan rasa ingin tahu. Namun justru di situlah letak pesonanya.

Nagekeo yang Tak Banyak Orang Tahu, Temukan di Edisi Spesial Ini!

Temukan kekayaan budaya, adat istiadat, sejarah, wisata, dan kuliner khas Nagekeo melalui Majalah Digital Dimensi Indonesia. Dikemas secara menarik dengan pendekatan ilmiah yang ringan.
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia! Selengkapnya
X

Udara terasa lembap dan sejuk, sementara cahaya matahari menembus sela-sela pepohonan tinggi yang berdiri rapat. Dari kejauhan, terdengar samar-samar suara gemuruh air yang jatuh menghantam bebatuan. Suara itulah yang menuntun perjalanan menuju sebuah keindahan alam yang tersembunyi: Air Terjun Kandawu Ndawuna.

Air terjun ini berada di Desa Waondo Wolio, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Lokasinya tidak berada di jalur wisata utama, sehingga untuk mencapainya dibutuhkan sedikit usaha dan rasa ingin tahu. Namun justru di situlah letak pesonanya. Kandawu Ndawuna bukan sekadar tempat wisata, melainkan sebuah pengalaman perjalanan yang mengajak pengunjung menyatu dengan alam.

Perjalanan menuju air terjun dimulai dari Kota Baubau, sekitar dua jam berkendara menuju wilayah Kapontori. Jalan yang dilalui berkelok melewati perkampungan, kebun-kebun warga, dan hamparan hutan yang masih hijau. Sesekali terlihat aktivitas masyarakat lokal yang menjalani kehidupan sehari-hari dengan sederhana bertani, memanen hasil kebun, atau sekadar berbincang di teras rumah.

- Advertisement -

Setelah kendaraan tidak lagi bisa melanjutkan perjalanan, langkah kaki menjadi satu-satunya cara untuk mencapai tujuan. Jalur setapak yang dilalui mengarah masuk ke dalam hutan. Tanahnya lembap, pepohonan tumbuh rapat, dan suara alam seakan mengambil alih seluruh suasana. Kicauan burung, gesekan daun yang tertiup angin, serta gemericik aliran air kecil menemani setiap langkah.

Semakin jauh melangkah, suara air yang jatuh terdengar semakin jelas. Lalu tiba-tiba, di balik pepohonan yang terbuka, terlihatlah pemandangan yang membuat perjalanan terasa sepadan.

Air Terjun Kandawu Ndawuna menjulang sekitar 30 meter dari tebing batu yang kokoh. Airnya jatuh deras membentuk tirai putih yang berkilau ketika terkena cahaya matahari. Percikan air yang terbawa angin menciptakan kabut tipis di sekelilingnya, memberikan kesan dramatis sekaligus menyejukkan.

- Advertisement -
Baca Juga :  Pantai Pantai Sumba, Lembayung Senja di Pesisir Nusa Cendana

Di bawahnya terbentuk kolam alami yang jernih dengan warna kehijauan. Airnya begitu bersih hingga bebatuan di dasar kolam terlihat jelas. Sesekali daun yang jatuh dari pepohonan mengapung perlahan di permukaan air, terbawa arus kecil yang mengalir keluar dari kolam tersebut.

Suasana di sekitar air terjun terasa begitu tenang. Tidak ada suara kendaraan, tidak ada hiruk pikuk kota hanya gemuruh air yang jatuh dan napas alam yang terasa hidup. Tebing batu di sekitar air terjun dipenuhi lumut hijau yang lembap, sementara tanaman liar tumbuh di celah-celah batu seolah menjadi bagian dari lanskap alami yang tidak tersentuh waktu.

Bagi sebagian pengunjung, momen paling menyenangkan adalah ketika mereka merasakan langsung kesegaran airnya. Beberapa memilih berenang di kolam alami, sementara yang lain hanya duduk di bebatuan sambil merendam kaki. Airnya terasa dingin, namun menyegarkan seakan membawa kembali energi yang hilang setelah perjalanan panjang.

- Advertisement -

Di sela-sela kunjungan wisatawan, kawasan ini juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar. Hutan di sekitar Kandawu Ndawuna tidak hanya menyimpan keindahan alam, tetapi juga menjadi sumber kehidupan bagi warga yang menggantungkan hidup dari hasil kebun dan sumber air alami. Bagi mereka, air terjun ini bukan sekadar objek wisata, melainkan bagian dari lingkungan yang harus dijaga keberlangsungannya.

Karena masih relatif alami, fasilitas di kawasan ini memang belum banyak tersedia. Namun justru kondisi tersebut membuat Kandawu Ndawuna terasa berbeda dari banyak destinasi wisata lain yang telah ramai dikunjungi. Keaslian alamnya masih sangat terjaga, memberikan pengalaman yang lebih intim bagi siapa pun yang datang.

Banyak pengunjung yang mengaku datang bukan hanya untuk melihat air terjun, tetapi untuk merasakan suasana yang jarang ditemukan di tempat lain. Duduk di bawah rindangnya pepohonan, mendengar suara air yang jatuh tanpa henti, dan merasakan angin lembut yang membawa aroma tanah basah semua itu menghadirkan ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Baca Juga :  Tari Sajojo, Dari Lagu Rakyat Papua hingga Simbol Kegembiraan

Air Terjun Kandawu Ndawuna adalah pengingat bahwa keindahan alam tidak selalu berada di tempat yang mudah dijangkau. Terkadang, ia tersembunyi di balik perjalanan panjang, menunggu ditemukan oleh mereka yang bersedia melangkah lebih jauh.

Di tengah dunia yang bergerak cepat, tempat seperti ini memberikan kesempatan untuk berhenti sejenak. Mendengar suara alam, merasakan kesegaran air pegunungan, dan menyadari bahwa di sudut-sudut Nusantara masih tersimpan keajaiban alam yang begitu murni.

Dan di tengah hutan Pulau Buton itu, Air Terjun Kandawu Ndawuna terus mengalir tenang, abadi, dan setia menjaga rahasia keindahan yang dimilikinya.