Mengenal Kandean Dulang, Alat Makan Tradisional Toraja yang Eksklusif

Diantara para anggota keluarga inti, tidak dapat saling menukar Kandean Dulang.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Kandean berarti piring sedangkan Dulang berasal dari kata Dolong memiliki arti tempat lauk pauk dan sayur. Kandean Dulang merupakan alat makan tradisional suku Toraja yang bersifat ‘eksklusif’. Hal ini dikarenakan Kandean Dulang dibuat sesuai jumlah anggota keluarga, tidak dibuat dalam jumlah banyak dan tidak diperdagangkan.

Diantara para anggota keluarga inti, tidak dapat saling menukar Kandean Dulang. Karena Kandean Dulang dibuat dengan ketinggian yang berbeda-beda sesuai dengan posisi anggota keluarga.

Kandean yang memiliki kaki tinggi disebut Kandean Langka’, Kandean yang berkaki rendah disebut Kandean Resso’, sedangkan Dikanukui adalah jenis Kandean dengan kaki terendah.

Kandean juga memiliki bentuk yang bertangkai yang disebut Kandean Ditoeanni. Perbedaan bentuk tersebut melambangkan strata sosial dalam budaya Toraja.

Terbuat dari kayu membuat Kandean Dulang di jamannya dianggap memiliki efisiensi yang tinggi karena tidak mudah retak atau pun pecah. Kendati pada saat ini, masyarakat Toraja pada umumnya sudah menggunakan piring plastik atau kaca untuk kebutuhan sehari-hari, Kandean Dulang masih dapat ditemukan di beberapa rumah terutama di desa-desa yang pola kehidupannya masih tradisional.

Hanya sebagian saja yang masih difungsikan sebagai alat-alat dapur atau makan, sebagian lainnya disimpan sebagai warisan dari kakek – nenek. Ini menandakan bahwa Kandean Dulang memiliki ikatan dengan penggunanya, bukan semata digunakan sebagai alat makan.

Oleh karena itu, tak jarang Kandean Dulang ini juga diikut sertakan ke dalam ‘Patani’ (tempat makam) pemiliknya. 

Baca Juga :  Tari Kafuk, Budaya Pencair Suasana dari Tambrauw yang Magis

Bagikan

Bantu kami menyabarkan kaindahan Indonesia.

BACA JUGA

- Advertisement -