Menapaki 1000 Anak Tangga Menuju Zaman Prasejarah

Tak perlu lebih jauh pergi. Dunia yang luas tak cukup untuk memberimu pemahaman tentang dirinya. Cukuplah di tempat ini kita memberi pujian, memberi perhatian dan memberi kasih sayang. Ketiga unsur itu akan memberimu sebuah pemahaman tentang buah tangan yang baik dan bijak untuk dijaga.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Dunia yang luas bukan berarti kita tidak harus bergerak di sisi lain. Menurut saya inilah cara menikmati hidup. Sejauh ini, kita mungkin memahami apa itu kebahagian. Jika demikian, mungkin saya sedang menikmati hidup yang cukup bahagia.

Orang berduit, mungkin akan lebih jauh pergi mengagumi keindahan alam di negeri orang. Tetapi yang lainnya mungkin akan memanfatkan waktu dengan lebih produktif bagaimana cara menikmati kebahagiaan di negerinya sendiri.

Sumpang Bita
Suasana yang sejuk dengan hamparan pohon dan tebing tinggi jadi hal yang di tawarkan Sumpang Bita. FOTO: DI

Taman Purbakala Sumpang Bita adalah buah tangan Indonesia. Dioleh-olehkan manusia zaman batu untuk kita. Jadi,  tak perlu menunggu waktu yang tepat untuk berkunjung ketempat ini. Sumpang Bita sangat cocok jadi tempat melihat kehidupan manusia jutaan tahun lampau.

Hamparan rerumputan hijau, tebing-tebing hijau yang menjulang tinggi, pepohonan yang berdiri rapi dan udara sejuk semakin membuat perasaan menjadi lebih tenang.

Menapakan kaki jauh kedalam, pemandangan indah siap menyambutmu. Mungkin Anda akan merasa sedang berada di tempat yang penuh dengan makhluk aneh. Saya sarankan, berkunjung ke sini, jangan seorang diri. Sumpang Bita begitu luas, apalagi stasus yang disandang sebagai situs purbakala, cukup jadi alasan. Namun, jangan ragu membingkai momen keanehannya.

Agar dapat menikmati semua keindahan yang ada di taman purbakala Sumpang Bita, kita harus menaiki seribu anak tangga. Menyesuri cela bebatuan hingga ratusan meter. Anda tidak akan bosan selama perjalanan. Lukisan alam dimunculkan dibebatuan siap mengantarmu ke ujung anak tangga.

Sumpang Bita
Selama menapakai satu demi satu anak tangga, penungung akan di sugukan aneka tebing batu yang terlukis indah.

Lelah? Tenang saja, dipuncak Anda akan disambut kolam air yang sangat jernih nan segar. Perjalan belum berujung disitu. Beberapa meter ke atas, Anda akan melihat papan penunjuk arah menuju Gua Sumi/Bulu Sumi. Diperlukan peneragan seperti handlamp untuk melihat isinya. Namun gua ini tak bisa dijelajahi karena bentuk gua yang curam dan vertikal.

Namun keindahan yang sama juga ditawarkan Gua Sumpang Bita. Anda bisa melihat lukisan-lukisan kuno seperti lukisan telapak tangan manusia, gambar babi rusa, babi hutan, perahu dan telapak kaki disini. Masyarakat setempat menyebutnya Toala. To, diartikan Manusia dan Ala, diartikan Hutan.  Jadi Toala punya arti manusia hutan.

Sumpang Bita
Melihat peninggalan purbakala peninggalan manusia zaman batu. DI

Nah, Gua Sumpang Bita’ pertama kali ditemukan First dan Paul Sarassin berkebangsaan  Swiss tahun 1902. Gua ini merupakan peninggalan dari penduduk Toala. Semua gambar di dinding goa berwarna merah yang melambangkan keberanian. Warna ini terbuat dari Hematite (daun sirih) atau Oker (tanah liat) yang dikunyah hingga hancur lalu disemprotkan ke telapak tangan.

Bagaimana Kesana?

Taman Purbakala Sumpang Bita, terletak di Desa Sumpang Bita, Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep. Lokasinya muda dijangkau dengan menggunakan roda dua atau pun roda empat. Dari Makassar menuju kota pangkep.

Sampai di kilometer 55 kampung Soreang. Belok kanan menuju pabrik semen Tonasa. Dari Pabrik Tonasa ke arah Timur menuju Komplek Taman Sejarah Purbakala. Salah satu desa yang akan dilalui menuju Gua Sumpang Bita’ adalah desa Kabba, (Jalur Gunung Bulusaraung).

Baca Juga :  Danau Kelimutu Berubah Warna, Musibah Besar Akan Terjadi?

Bagikan

Bantu kami menyabarkan kaindahan Indonesia.

BACA JUGA

- Advertisement -