Kampung Adat Praiyawang dan Pemujaan Mereka

Salah satu perkampungan adat tertua di Sumba Timur, karakteristik dari situs kuburan megalitik di sini ialah pemujaan leluhur yang masih berlanjut hingga sekarang.

| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

Salah satu perkampungan adat tertua di Sumba Timur, karakteristik dari situs kuburan megalitik di sini ialah pemujaan leluhur yang masih berlanjut hingga sekarang. Kita berwisata tidak mesti melihat pemandangan gunung, pantai, danau atau air terjun. Berwisata mengeksplorasi suatu desa unik, juga jadi satu pengalaman seru dan menyenangkan.

Di tanah Sumba masih banyak terdapat desa adat yang masih memegang teguh kelestarian adat istiadatnya salah satunya Kampung Adat Praiyawang. Berada di Desa Rindi, Kecamatan Rindi, sekitar 69 km di sebelah timur Kota Waingapu suasana peradaban masa silam sangat kental terasa ketika memasuki kampung ini.

Mulai dari arsitektur rumah Sumba dengan menara yang tinggi, barisan kuburan tua megalitik para bangsawan dengan ciri khas pahatan simbol yang sarat akan makna. Selain kuburan batu tua, di kampung ini pengunjung dapat melihat rumah adat, barang-barang peninggalan nenek moyang seperti gong, tambur dan pakaian adat yang telah berumur ratusan tahun tetapi masih terawat dengan baik.

Bentuk atap rumah adat Praiyawang berciri khas tinggi lancip dan tiap-tiap rumahnya memiliki 3 bagian: bagian bawah, tengah dan atas rumah, mencerminkan simbol alam dalam pandangan Suku Sumba, yakni alam bawah (tempat arwah), alam tengah (tempat manusia) dan alam atas (tempat para dewa).

Arsitektur rumah Sumba dengan arca dan menara yang tinggi yang dalam bahasa setempat disebut penji. Foto : indonesiatraveler.id

Terdapat delapan rumah induk yang mengelilingi kampung adat dan kuburan-kuburan batu berukuran besar dengan berat yang dapat mencapai satu hingga 5 ton di tengah-tengah perkampungan.

Delapan rumah induk itu melambangkan delapan keturunan dari bangsawan dalam Kampung Adat Praiyawang, dengan fungsinya masing-masing diantaranya; Uma Bokul, Uma Ndewa, Uma Jangga, Uma Wara, Uma Andung, Uma Kudu, Uma Penji, dan Uma Kopi dengan mempunyai fungsi yang berbeda pula.

Baca Juga :  Situs Megalitik Hiligoe, Peninggalan Bangsawan Nias

Rumah Besar (Rumah Adat Harapuna/ Uma Bokul) saat ini dijadikan sebagai tempat penyimpan mayat yang juga digunakan pada ritual khusus seperti ridual adat kematian para raja, sedangkan Uma Ndewa digunakan khusus untuk ritual adat cukuran bagi anak raja yang baru lahir. Begitu pula halnya dengan Uma Kopi atau rumah tempat minum kopi.

Kuburan Megalitik dan Pemujaan

Barisan kuburan megalitik para bangsawan dengan ciri khas pahatan simbol yang sarat makna. Foto : https://youtu.be/cVOgZQvM6Tw

Salah satu perkampungan adat tertua di Sumba Timur, karakteristik dari situs kuburan megalitik di sini ialah pemujaan leluhur yang masih berlanjut hingga sekarang. Di tengah perkampungan Kampung Praiyawang, kita bisa mendapati bangunan batu besar yang membentuk area pemakaman.

Umumnya kuburan megalitik ini dikhususkan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi para raja pada zaman dahulu. Dengan bentuk bangunan batu besar yang membentuk area pemakaman serta dihiasi dengan beragam ukiran batu penji yang menarik.

Bangunan batu ini memiliki ukiran yang sangat menarik, beberapa diantaranya memiliki ukiran hewan. Ukiran ini menggambarkan perilaku atau pekerjaan orang yang dimakamkan semasa hidup.

Barisan kuburan megalitik para bangsawan dengan ciri khas pahatan simbol yang sarat makna. Foto : kompas.com

Keberadaan bangunan kubur batu megalitik ini menunjukkan jati diri seseorang yang telah meninggal dan bagi penghayat kepercayaan Marapu merupakan wujud penghormatan pada sang leluhur kita diyakini bahwa kubur megalitik memiliki kekuatan yang sakral.

Bagikan

Bantu kami menyabarkan kaindahan Indonesia.

BACA JUGA

- Advertisement -