Asal Usul Suku Selayar, Penghuni Pulau Selayar

Nama pulau, selat, bahasa, dan suku Selayar memiliki akar sejarah yang menarik, bermula dari istilah "Salah Layar". Konon, istilah ini pertama kali diucapkan oleh nakhoda putra Raja Melayu pada akhir abad ke-15 atau awal abad ke-16, yang dalam perjalanan menuju timur setelah diasingkan dari kampung halamannya di Riau, tersesat dan menyebutkan "Salah Layar", yang kemudian berubah menjadi Salayar dan akhirnya menjadi Selayar.

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Asal Usul Suku Selayar. Selayar sendiri merupakan nama sebuah pulau yang memanjang dari utara ke selatan, berbatasan dengan Selat Selayar di utara, dan Laut Flores di timur, barat, serta selatan. Konon, nama Selayar berasal dari ucapan “Salah Layar” oleh Sultan Ternate yang terdampar di pulau karang ini. Lama-kelamaan, penyebutan tersebut berubah menjadi Selayar.

Versi lain mengatakan bahwa nama Selayar berasal dari kata “Se” yang berarti satu, dan “Layar”, mengindikasikan perahu dengan satu layar yang digunakan oleh pelayar Makassar atau Melayu saat menemukan pulau ini. Dalam berbagai bahasa lokal, pulau ini disebut Silayara (Makassar), Silajara (Selayar), atau Silajak (Bugis).

Selayar memiliki posisi strategis dalam pelayaran, menarik perhatian berbagai kerajaan seperti Majapahit yang memanfaatkannya untuk pelayaran niaga di Indonesia Timur pada zaman Hayam Wuruk (1350-1389). Menurut buku “Nusa Selayar: Sejarah & Kebudayaan Masyarakat di Kawasan Timur Nusantara” karya Ahmadin, asal-usul masyarakat Selayar sangat luas dan variatif.

- Advertisement -

Berdasarkan catatan sejarah dan temuan arkeologi, diketahui bahwa daratan Sulawesi Selatan masih menyatu dengan Kepulauan Selayar pada zaman es. Kemungkinan manusia purba dari daratan Sulawesi Selatan menetap di Selayar.

Hal ini menunjukkan bahwa nenek moyang orang Selayar mungkin berasal dari penghuni gua seperti Leang Codong di Soppeng, Leang Bola Batu di Bone, Leang Karrasa di Maros, atau Leang Batu Ejaya di Bantaeng.

Asal usul suku Selayar belum dapat dipastikan karena berbagai suku seperti Melayu, Buton, Bugis, dan Bajo menetap di pulau ini, menyebut diri mereka sebagai masyarakat Selayar. Kesimpulannya, orang Selayar adalah keturunan dari berbagai etnik dan suku bangsa yang berbicara dalam bahasa Selayar (dialek Konjo Makassar), baik yang masih menetap di pulau maupun yang telah meninggalkannya.

Baca Juga :  Upacara Cakkuriri, Pengibaran Bendera Kerajaan Sendana yang Digelar Lima Tahun SekaliĀ 
- Advertisement -