Sejarah Tari Cerana, Tarian Masyarakat Kupang sih Pemikat Hati

Masih pada zona NTT dengan beribu satu macam pola hidup yang kental. Tanah yang subur atas kekuatan tradisi mistis dan campur tangan Tuhan. 

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Tari Cerana. Tentang NTT, sejauh ini adalah Caci yang yang telah populer berdampingan dengan Komodo. Nilai dan unsur seni yang tinggi. Namun dari balik itu, semuanya tidak harus saling melepaskan. Harus menarik yang lain kepermukaan bersama untuk membangun NTT.

Tentang NTT, bukan hanya komodo saja. Masih banyak daerah lain yang juga memiliki kekhasan dalam hal kesenian. Adalah Tari Cerana merupakan tarian masyarakat kupang, sebagai tarian penyambut tamu bangsawan, tamu penting maupun orang yang dituakan. Tari ini dilakukan sebagai bentuk rasa hormat tertinggi tehadapa tamu yang datang. 

Selain daerah Kupang, tarian ini juga begitu populer di beberapa wilayah sekitarnya seperti Rote Ndao, Timor Tengah Utara (TTU), dan Timor Tengah Selatan (TTS).

- Advertisement -

Dalam melakukan tarian ini, biasanya dilakukan oleh beberapa penari wanita dengan membawa wadah berbentuk kotak berisi sirih pinang dan pada akhir tarian biasanya menyajikan siri pinang sebagai simbol penuh kasih, cinta yang tulus terhadap tamu. 

Pertunjukan Tari Cerana

Dalam pementasan, Tari Cerana akan dibawakan oleh enam orang, satu diantaranya adalah penari pria. Diiringi musik adat Sasando dan berbusana adat.

Diawali penari wanita dan dilanjutkan penari pria. Dalam menari, penari wanita lebih mendominasi dengan gerakan gemulai sembari membawa tempat sirih pinang. Sementara penari pria menggunakan banyak gerakan tangan yang direntangkan.

- Advertisement -

Diakhir pertunjukan tersebut, penari wanita beserta penari pria berjalan menuju para tamu dan menyajikan sirih pinang kepada para tamu. Hal ini sebagai tanda terimakasih yang tulus. 

Dalam perkembangannya, Tari Cerana masih tetap dilestarikan oleh masyarakat. Bahkan senantiasa ditampilkan di berbagai acara penyambutan tamu kenegaraan, para tamu penting maupun festival budaya.

Baca Juga :  Kampung Adat Takpala, Ikon Pariwisata Alor
- Advertisement -