Gua Passea Bulukumba, Situs Purbakala Sebelum Masehi

"Konon Gua ini menjadi tempat persembunyian warga Ara Bulukumba saat pulau ini didatangi Suku Kanibal. Makanya di dalam gua itu terlihat seperti ada kamar-kamar, termasuk alat masak dan dapur"

Mau nulis? Lihat caranya yuk!
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia!

Situs purbakala Gua Passea yang terletak di Desa Lembanna ini merupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Namanya diambil dari bahasa setempat yang berarti penderitaan.

Objek wisata ini memiliki tipe horizontal dengan rangkaian stalagtit dan stalagmit yang indah. Di dalamnya terdapat beberapa peninggalan berumur ratusan tahun. Konon, tempat ini dihuni oleh manusia sejak abad ke-8 sebelum masehi.

Gua Passea ini ditemukan oleh seseorang budayawan bernama Muhannis. Muhannis kemudian mendatangkan seorang peneliti purbakala untuk mengecek keadaan gua tersebut. Hasilnya seluruh bagian yang ada di gua ini masih dalam keadaan asli.

- Advertisement -

Meskipun rata-rata benda yang terdapat dalam gua sudah dipindahkan di museum demi alasan keamanan. Barang-barang tersebut antara lain guci dan kendi yang mirip dengan benda purbakala Kamboja, Vietnam ,dan China, namun kamu masih dapat melihat batuan yang berkilau di dalam Gua Passea.

Batuan ini seperti manik manik kaca yang bersinar saat terkena cahaya matahari. Konon batuan ini berasal dari India. Karena hanya mengandalkan penerangan dari sinar matahari pengunjung disarankan berkunjung di siang hari.

“Konon Gua ini menjadi tempat persembunyian warga Ara Bulukumba saat pulau ini didatangi Suku Kanibal. Makanya di dalam gua itu terlihat seperti ada kamar-kamar, termasuk alat masak dan dapur”

- Advertisement -

Lokasi Gua Passea ini di bawah tanah sehingga para pengunjung yang ingin melihat harus melewati batu karang dan semak belukar yang mengelilingi pegunungan. Pengunjung harus melewati anak tangga yang disusun dari batu karang.

Kemudian pengunjung berpegangan pada akar-akar pohon besar yang berada di samping kanan kiri, atau menggunakan ranting-ranting pohon.

Di mulut gua yang menjadi pintu masuk dari Gua Passea ini terdapat lubang batu yang biasa digunakan untuk semedi. Selain itu, terdapat pula batu yang tersusun rapi menyerupai perempuan menghadap ke belakang.

- Advertisement -
Baca Juga :  Liang Bua, Rumah Manusia Modern Sepuluh Ribu Tahun Silam

Agar pengunjung mengetahui sejarah keberadaan Gua Passea ini dinas pariwisata setempat juga memasang papan bicara di beberapa lokasi. Papan bicara tersebut berisi tentang sejarah dan fungsi Gua Passea di zaman pra sejarah.

Tak sulit untuk menemukan gua ini, Gua Passea berada di wilayah kampung Kaddoro, Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari Bulukumba, berjarak sekitar 8 meter dari lokasi wisata Pantai Pasir Putih, Tanjung Bira.

Untuk memasuki gua tersebut, kamu harus membeli tiket masuk seharga Rp8 ribu. Setelah itu kamu bebas menjelajahi gua sepanjang 59 Meter ini.

- Advertisement -