Keanekaragaman hayati merupakan salah satu indikator utama kesehatan ekosistem bumi. Dalam menjaga kelestarian ini, Dimensi Indonesia berkomitmen melakukan pendataan dan eksplorasi satwa liar secara berkala di habitat alaminya di hutan-hutan Nagekeo.
Di tengah laju perubahan lingkungan dan alih fungsi lahan yang masif, upaya konservasi tidak lagi cukup hanya dengan melindungi kawasan secara pasif. Dibutuhkan langkah nyata yang proaktif, salah satunya melalui pendataan dan eksplorasi satwa liar secara berkala.
Mengapa Pendataan Satwa Liar Sangat Krusial?
Eksplorasi dan pencatatan populasi satwa memberikan banyak manfaat strategis bagi kelestarian alam:
- Pemetaan Status Konservasi: Membantu para peneliti dan lembaga konservasi menentukan apakah suatu spesies masuk dalam kategori terancam punah, rentan, atau aman.
- Deteksi Dini Tekanan Ekologis: Penurunan jumlah populasi atau hilangnya spesies tertentu di suatu kawasan sering kali menjadi alarm awal adanya kerusakan lingkungan atau perburuan liar.
- Dasar Kebijakan Perlindungan: Data akurat menjadi landasan hukum dan acuan bagi pemerintah maupun pengelola kawasan untuk menetapkan zonasi perlindungan dan koridor satwa.
Tantangan di Lapangan
Melakukan ekspedisi atau pemantauan satwa hingga pedalaman hutan membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Para pegiat alam bebas, pengamat, dan peneliti kerap berhadapan langsung dengan keunikan perilaku satwa, salah satunya seperti mengabadikan momen langka Seriwang Asia (Asian Paradise Flycatcher) yang tengah terbang lincah menyambar mangsa di dahan pohon, atau memantau burung-burung air dan primata di habitat aslinya.







