Aisyiyah Nagekeo dan Jihad Lingkungan di Halaman Masjid Agung

Halaman Masjid Agung Baiturrahman Mbay tampak lebih hidup dari biasanya. Bukan oleh keramaian perayaan Tahun Baru, melainkan oleh langkah-langkah kecil yang membawa bibit pohon, cangkul, dan tekad untuk memulai tahun dengan cara yang berbeda.

Nagekeo yang Tak Banyak Orang Tahu, Temukan di Edisi Spesial Ini!

Temukan kekayaan budaya, adat istiadat, sejarah, wisata, dan kuliner khas Nagekeo melalui Majalah Digital Dimensi Indonesia. Dikemas secara menarik dengan pendekatan ilmiah yang ringan.
Bagikan keindahan Indonesia yang ada disekitarmu di Dimensi Indonesia! Selengkapnya
X

Pagi itu, Kamis, 1 Januari 2026, halaman Masjid Agung Baiturrahman Mbay tampak lebih hidup dari biasanya. Bukan oleh keramaian perayaan Tahun Baru, melainkan oleh langkah-langkah kecil yang membawa bibit pohon, cangkul, dan tekad untuk memulai tahun dengan cara yang berbeda. Di bawah langit Mbay yang cerah, Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Kabupaten Nagekeo mengawali tahun dengan kegiatan tanam pohon sebuah ikhtiar sederhana yang sarat makna.

Bagi PD ‘Aisyiyah Nagekeo, menyambut Tahun Baru bukan tentang euforia sesaat, tetapi tentang refleksi dan tindakan nyata. Kegiatan tanam pohon di halaman Masjid Agung Baiturrahman ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga keseimbangan ekologi di kawasan rumah ibadah. Masjid tidak hanya dimaknai sebagai ruang ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan teladan dalam merawat alam.

Gerakan tanam pohon tersebut merupakan bagian dari komitmen panjang ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah dalam isu-isu lingkungan hidup. Selama ini, ‘Aisyiyah dikenal aktif mendorong berbagai program ekologis, mulai dari penghijauan, mitigasi bencana, hingga penguatan ketahanan keluarga berbasis lingkungan. Penanaman pohon menjadi simbol keterhubungan antara iman, pengetahuan, dan tanggung jawab sosial.

- Advertisement -

Puluhan bibit tanaman peneduh dan produktif ditanam secara gotong royong di sekitar area masjid. Tanah digali perlahan, bibit ditanam dengan hati-hati, lalu disiram sebagai tanda awal kehidupan baru. Proses ini berlangsung dalam suasana kebersamaan yang hangat, mencerminkan semangat kolektif yang selama ini menjadi ciri gerakan ‘Aisyiyah.

Gerakan tanam pohon ‘Aisyiyah tidak berdiri sendiri. Ia merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam mitigasi bencana, upaya penghijauan, serta pemberdayaan perempuan. Program ini sejalan dengan berbagai gerakan lingkungan yang telah dijalankan secara nasional, seperti gerakan satu juta pohon, penanaman mangrove di kawasan pesisir, serta penanaman tanaman obat dan pangan keluarga di berbagai daerah. Seluruh upaya tersebut dimaknai sebagai bentuk jihad lingkungan ikhtiar merawat bumi sebagai amanah Tuhan sekaligus sarana penguatan kaderisasi perempuan ‘Aisyiyah agar semakin berdaya dan berperan aktif di ruang publik.

Baca Juga :  Kesultanan Buton, Pilar Sejarah dan Identitas Islam

Ketua PD ‘Aisyiyah Kabupaten Nagekeo, Istiana, menegaskan bahwa momentum Tahun Baru seharusnya menjadi ruang refleksi bersama tentang arah kehidupan yang ingin dibangun. Menurutnya, perubahan besar sering kali berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

- Advertisement -

“Tahun baru ini kita sambut dengan hal-hal yang produktif, bukan hura-hura. Tanam pohon adalah bentuk ikhtiar kecil, tetapi dampaknya jangka panjang bagi kehidupan,” ujar Istiana di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tanam pohon ini bukan agenda seremonial semata, melainkan bagian dari program kerja PD ‘Aisyiyah Nagekeo periode 2022–2027. Artinya, gerakan tersebut dirancang untuk berkelanjutan, dengan harapan nilai-nilai kepedulian lingkungan dapat terus ditanamkan, tidak hanya kepada kader ‘Aisyiyah, tetapi juga kepada masyarakat luas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh seluruh Ketua Bidang dalam struktur pengurus PD ‘Aisyiyah Nagekeo. Hadir pula Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Nagekeo, Muhammad Amin, Sekretaris PD Muhammadiyah Nagekeo, Hasbil Rena, serta Ketua Bidang Dakwah PD Muhammadiyah Nagekeo, Asykari Syamsudin. Kehadiran para pimpinan tersebut memperkuat pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, lintas organisasi dan lintas generasi.

- Advertisement -

Rangkaian kegiatan tanam pohon ditutup dengan sesi foto bersama. Bibit-bibit yang baru ditanam berdiri sebagai saksi komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Meski masih kecil dan membutuhkan perawatan, bibit-bibit itu menyimpan harapan besar tentang masa depan yang lebih hijau, lebih lestari, dan lebih berkeadilan.

Di halaman Masjid Agung Baiturrahman Mbay, Tahun Baru 2026 pun dimulai dengan cara yang sunyi namun bermakna. Sebuah awal yang tidak dirayakan dengan gemerlap, tetapi dengan tangan yang menyentuh tanah, menanam kehidupan, dan menitipkan harapan pada alam yang dirawat bersama.