musium
Salah satu fotret perkampungan nelayan di Kepulauan Selayar
KEPULAUAN SELAYAR, SULAWESI SELATAN

Surga Itu Ada di Kepulauan Selayar

Pasir putih membantang mengelilinginya. Alangka beruntungnya ia mewarisi ciptaan tuhan yang membuat jutaan pulau lain menaruh iri. Keindahannya ibarat mutiara.

Penulis: Kasman
| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |

 

Ada bermacam-macam cara orang  menikmati perjalanan. Ada yang mengejar tergat untuk mengunjungi semua tempat indah di muka bumi, yang entah sudah berapa jumlahnya hari ini, ditambah lagi tempat-tempat indah yang terus bermunculan. Setiap foto yang dihasilkan adalah lambang kebanggan-tanda keberhasilan mengujungi tempat itu.


Setiap tempat walau hanya terpandang sekejap mata, menyimpan memori untuk dibagi dengan kawan-kawan di rumah. Kota  A begini, kota B begini. Bengitu mudahnya tempat-tempat ini digambarkan dengan satu dua kalimat, karena meneropongpun hanya satu dua jam, sering kali dari balik jendela bus pariwisata dengan panduan tiur guide yang membawa rombongan manusia-manusia dengan tujuan yang sama.

 

Ada pula penikmat dunia yang melangka perlahan-lahan, menghabiskan waktu bertahun-tahun di setiap tempat yang dikunjungi, mempelajari saripati kehidupan dari berbagai lapisan masyarakat yang dijumpai. Penikmat dunia ini tak peduli tergat apapun untuk dilihat atau disaksikan. Terkadang ia pergi ke bukti gundul, ke tanah gersang, atau ke kampung miskin. Setiap helai daun, setiap kelopak bunga, setiap tetesan embun adalah keindahan kuasa ilahi yang patut di syukuri. Waktu baginya, seutuhnya demi menikmati alam raya.

 

Ada yang terpaku pada buku panduan-wajib hukumnya untuk mengujungi semua tempat yang terdaftar di buku. Ada yang tak peduli sama sekali-traveling menjadi going nowhere dan seeing nothing, keadaan tempat dan antraksi wisata menjadi  tak penting lagi.

 

Saya suka mengujungi tempat-tempat baru, belajar hal baru, tetapi juga ingin mengalir kemana ara angin menuntun langka kaki. Terkadang saya mengujungi tempat yang sama berkali-kali dan menghabiskan banyak waktu di kota yang itu saja. Bagiku kunjungan ulang, adalah seperti melepas selubung-selubung yang membungkus pemahaman kita. Tak jarang kita sering tebuai dan terpesona oleh pandangan pertama. Tapi apakah kesan pertama selalu berkesan? Saya tak selalu yakin. Tak ada kepastian yang bisa diberi hanya dengan satu jawaban.


Ya, bagi saya Pulau Selayar adalah pulau impian. Pulau ini jadi tanah di tengah lautan pertama yang kukunjugi. Sejak kecil saya berhayal indahnya tinggal disuatu pulau. Melihat hamparan air yang tak berujung penuh ikan. Tapi apalah daya bagi seorang anak manusia yang lahir di pengunungan.


Merasa asinnya air laut pun baru seusia SMA. Cerita ini jadi awal bagi saya memulai perjalanan. Bersama seorang kawan, saya mengelilingi pulau ramah ini. Lekatnya cukup jauh. Coba lihat peta kepulauan Sulawesi! Di bagian ujung kaki pulau yang bentuk hurup K itu ada sebuah pulau penjang. Yah, itulah pulau yang saya maksud.


Sebagai salah satu kabupaten di Provensi Sulawesi Selatan, kepulauan ini masuk kategori modern. Bandara, transportasi umum hingga hotel telah tersedia. Objek wisata pun telah dikelolah dengan baik. Disini pohon kelapa tumbuh subur, tapi saya tak menemukan warga yang berjualan es kelapa. Pantainya pun sangat sepi padahal indah.


Apa karena masyarakat Selayar jenuh dengan semua hal keindahan yang biasa bagi mereka? Keindahan yang membuka mata saya, bahwa Indonesia tak sekecil kota yang saya tinggali. Bersama seorang kawan, kami membingkai cerita-cerita itu.

 

Selayar...kami pasti akan kembali kesini!

 

Daftar cerita akan terus kami update saat kami berkunjung lagi. Jangan ragu mampir lagi.

 

Share:
Banner Iklan
Artikel Terkait

Selayar, Ku Jatuh Cinta!

Wisata

selayarI aku datang

Selayar! Aku Datang

Wisata

Membingkai Indonesia

Wisata