rammang-rammang
Suasana Kampung Berua, Rammang-Rammang yang begitu indah
| www.dimensiindonesia.com | cerita Indonesia tentang keindahan alamnya, keunikan dan keberagaman budayanya |
RAMMANG-RAMANG, MAROS, SULSEL

Hati-hati Tersesat

“Berpetualang adalah satu-satunya hal yang kamu bayar, tetapi akan membuat kamu lebih kaya” –Unknown

Penulis: Kasman


Seperti banyak tempat indah di Indonesia, Ramang-Ramang mungkin salah satu destinasi wisata yang sudah cukup terkenal. Batuan karstnya yang tersehor kerena indahannya memang selalu menarik orang untuk berkunjung.

 

Namun, tak banyak yang tahu bila destinasi wisata yang berada di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ini bisa dinikmati dengan dua cara. Traking dan menyusurinya dengan perahu. Keduanya pun menawarkan pengalaman yang berbeda.

 

ramang-ramang
Traking ke Kampung Berua memang cukup sulit namun menjanjikan petualangan

Bagi yang memiliki cukup uang, menikmati Rammang-Rammang dengan menyewa perahu menuju Kampung Berua bisa jadi pilihan. Bapak-bapak pemilik perahu akan mengantar kamu Menyusuri sungai kecil yang ditumbuhi pohon. Biasa sewa perahu tak terlalu mahal. Untuk 1-4 orang dikenakan biaya 200.000, 250.000 untuk 5-7 orang dan 300.000 untuk 8-10 orang. Kamu akan diatar menyusuri sungai menuju Kampung Berua serta menikmani aliran sungai yang begitu memanjakan.

 

Pilihan kedua adalah traking. Saya memilih ini, selain karena saya tidak perlu mengeluarkan biaya yang cukup mahal bagi saya,  juga untuk menikmati Rammang-Rammang dengan gaya adventure. Taking juga menjanjikan pangalaman. Namun, jangan mengira pilihan kedua ini tanpa tantangan. Saya harus berjalan selama 30 menit di bawah teriknya matahari.

 

ramang-ramang
Jalur traking

Jalur yang saya lalui pun cukup menguras tenaga. Barbatu dan sempit.  Beruntung alas kaki yang saya gunakan cukup nyama, melindungi kaki bebatuan yang dapat melukai kaki. Anda juga sebaiknya traking beramai-ramai, mengingat kondisi jalur yang sepi dan menyusuri hutan. Hati-hati tersesat, jalur ini memang dibuat bukan untuk dilalui wisatawan namun oleh warga di Kampung Berua. Tak ada petunjuk arah sama sekali. Hanya ada jalur kabel PLN yang bisa jadi petunjuk arah.

 

Selama perjalan, hamparan tebing curam, nan tinggi tinggi jadi pemandangan nan indah. Lelah selama perjalanan telah menemukan obatnya.

 

ramang-ramang
Selamat datang di Kampung Berua, Kampung yang hanya dihuni 15 kepala keluarga

Kampung Berua
Ribuan tahun yang lalu Kampong Berua adalah sebuah danau besar di tengah perbukitan karst yang terbentuk selama ribuan tahun. Bukit-bukit buah dari proses alam itu kini bisa dilihat dari retakan-retakan dinding bukit karst yang menjulang dan cekungan  batuan di sisi bukit yang membentuk aliran gerbang Kampung Berua. Kampung Berua berarti Kampung Baru, icon ekowisata Kampung Karst Rammang-Rammang Salenrang.

 

Ya, Kampung ini memang beda, hanya dihuni 15 kepala keluarga. Suasana sepi khas pedesaan. Bila ingin menikatnya, Anda hanya perlu traking mengkuti jalur yang telah dibangun dalam desa. Jangan lupa berkunjung ke Padang Ammarung. Di sini Anda dapat melihat landscape Kampung Berua di bawah kaki tebing karst yang perkasa.

 

Nama Padang Ammarung sendiri diambil dari gemuruh air yang membelah Padang Ammarung di musim panghujan, “Ammarung berarti bunyi”. Menurut cerita rakyat beberapa tahun silam, gemuru air itu menerjang dari dalam celah batu yang membentuk aliran air sungai-sungai kecil peninggalan jaman Belanda.

 

ramang-ramang
Fotret suasana kampung

Di atas butuk juga terdapat peristirahatan yang dibangun warga. Anda bisa memesan buah kelapa atau semangkuk mie instan  untuk menambah tananga sebelum melanjutkan traking. Tak juah dari bukit Ammarung, sempatkan mengunjungi Gua Kingkong dan Gua Berlian. Ukiran alam ini sangat indah. Di dalam Gua Berlian Anda dapat melihat batu yang mengeluarkan cahaya. (*)

 

Share:
Post Artikel

Membingkai Indonesia

Membingkai Indonesia

Membingkai Indonesia

Membingkai Indonesia

Membingkai Indonesia

ARTIKEL TERBARU
X
close
Banner iklan disini
close
close